Connect with us

SKI News

Impounding Bendungan Bendo, Sugiri Pencet Tombol Sirine

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Bendungan Bendo siap Impounding atau pengisian air. Bendungan yang terletak di Kecamatan Bendo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Sabtu ( 31/07/2021)

Agus Rudianto, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menjelaskan bahwa proses pembangunan Bendungan Bendo sudah hampir selesai. “Bendungan ini sudah 98 persen pembangunannya. Tinggal 2 persen dan jalan masuk. Impounding siap dilakukan kapan saja Minggu ini dan secara teknis tidak ada masalah.  Kemarin sudah Sidang pleno juga untuk pengisian air,” jelasnya.

Lanjutnya, ia menambahkan bahwa untuk impounding pihaknya menunggu intruksi dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.” Saat ini masih nunggu intruksi pak Bupati untuk impounding. Nanti juga akan diresmikan oleh Presiden bersama 13 bendungan lainnya. Sekitar bulan September,” lanjutnya.

Masih kata Agus, untuk Bendungan Bendo ini masuk Wilayah administratif BBWS Solo yang mencangkup 3 Provinsi dan 26 kabupaten/kota. Memiliki kapasitas 41 juta meter kubik. Bendungan Bendo merupakan bendungan terbesar yang dibangun di bawah pengawasan BBWS Bengawan Solo.

Dengan kapasitas 41 juta meter kubik, pembangunan Bendungan Bendo memakan waktu yang cukup lama yaitu selama 12 tahun dan membutuhkan dana mencapai Rp 900 Miliar. ” Untuk kapasitas bendungan yang lain sekitar 9 juta sekian meter kubik, jadi Bendungan Bendo ini besar,” Kata Agus

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang hadir menambahkan bahwa bendungan Bendo dapat menjadi obyek wisata Ponorogo. Tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada presiden Jokowi atas pembangunan bendungan bendo tersebut.

Pengisian Air Awal Bendungan Bendo di tandai  menekan tombol sirine oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.  ” Selain menjadi obyek wisata juga bermanfaat untuk irigasi seluas 7.800 hektar lahan pertanian dengan suplay air baku sebesar 370 liter/ detik dan Petani yang semula hanya bisa panen 2 x di harapkan bisa panen 3 kali dalam setahun, ” Pungkas Sugiri.

Jurnalis: Tim Nuvreilla/ Adv.