Connect with us

SKI News

Hujan Tiga Jam Picu Dua Titik Longsor di Poncol, BPBD Magetan Lakukan Mitigasi

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama sekitar tiga jam memicu terjadinya tanah longsor di dua titik di Kelurahan Alastuwo, Kabupaten Magetan.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Eka Radityo, menjelaskan longsor terjadi di RT 022 RW 003 dan RT 026 RW 004 Kelurahan Alastuwo. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun material longsor menimpa tembok rumah warga dan tembok mushola,” jelasnya dalam rilis BPBD Magetan, Senin (16/3/2026).
disik
Longsor pertama terjadi pada tebing setinggi sekitar 6 meter dengan panjang sekitar 7 meter yang menimpa tembok rumah milik Suwaji (60), warga RT 022 RW 003 Kelurahan Alastuwo.

Sementara di lokasi kedua, longsoran berasal dari tebing halaman rumah milik Yahmi (35), warga RT 026 RW 004, dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang sekitar 6 meter yang menimpa tembok Mushola Arohman.

Mendapat laporan dari Polsek Plaosan pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, tim Pusdalops-PB dan TRC BPBD Magetan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen.

Sekitar pukul 10.00 WIB, BPBD Magetan menyalurkan bantuan kedaruratan sekaligus memasang terpal di area longsor sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi longsor susulan.

Selain itu, pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dengan pendampingan dari berbagai unsur yang terlibat, antara lain BPBD Magetan, TNI, Polri, Agen Bencana Jawa Timur, perangkat Kelurahan Alastuwo, serta masyarakat sekitar.

BPBD Kabupaten Magetan juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras.

Warga diminta memperhatikan tanda-tanda potensi longsor seperti munculnya retakan di tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang mulai miring, keluarnya air keruh dari celah tanah, hingga suara gemuruh dari arah lereng.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal serta tidak melintasi area yang telah dipasangi terpal atau barikade karena berpotensi terjadi longsor susulan.

Jirnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *