SKI News
Empat Tahun ke Depan, Jalan Magetan Rusak Cuma Ditambal: Efisiensi Pusat Bikin Aspal “Tahan Nafas”

Tambal sulam demi tetap nyambung—pekerja PU berjibaku di bawah terik, menjaga jalan tetap bisa dilewati saat anggaran lagi seret.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Hemat di pusat, getarannya sampai ke jalan desa. Tahun 2026 jadi titik balik: bukan lagi soal membangun, tapi bertahan.
Kalau pola ini berlanjut, empat tahun ke depan jalan di Magetan diprediksi cuma jadi “pasien tambal sulam”.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid, tak menutup kondisi ada.
Transfer dari pusat dipangkas sekitar Rp154 miliar, membuat ruang gerak daerah makin sempit.
“Ini bukan wacana, sudah terjadi di 2026. Semua OPD harus menyesuaikan,” ujar Muhtar.
Sektor infrastruktur langsung kena imbas. Anggaran Dinas PU disebut turun sekitar 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari semula membangun, kini dipaksa bertahan.
Dulu bicara hotmix dan jalan mulus. Sekarang, Realitanya lebih sederhana—tambal lubang, lanjut jalan.
“Kalau ada kerusakan ya kita tambal. Belum bisa pelapisan ulang secara menyeluruh,” jelasnya.
Pesannya jelas: jalan tetap ada, tapi kualitasnya turun kelas. Nyaman jadi nomor sekian, penting masih bisa dilewati.
DPUPR menegaskan keselamatan tetap prioritas. Tapi di lapangan, warga mulai merasakan sendiri beda tipis antara jalan layak pakai dan jalan sekadar tidak membahayakan.
Harapan masih ada, tapi tipis. Tahun 2026, proyek hotmix tetap berjalan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 7 miliar. Itu pun hanya cukup untuk dua ruas: Parang dan Sayuran.
Selebihnya. Bersiap akrab dengan tambalan.
Jika tren efisiensi ini terus berlanjut, wajah jalan Magetan empat tahun ke depan tak banyak berubah. Bukan makin mulus, tapi makin penuh “bekas jahitan”.
Di atas kertas namanya efisiensi. Di lapangan, rasanya kompromi. Dan masyarakat.
Mau tidak mau harus menyesuaikan menjaga laju, di jalan yang ikut “diet anggaran”.
Jika tidak ada efesinsi kemungkinan ruas jalan Kawedanan Takeran di hotmic.
Jurnalis: Tim Redaksi.
