Connect with us

SKI News

Disparbud Magetan Siagakan 10 Lifeguard di Telaga Sarangan

Published

on

Dua petugas lifeguard sedang memantau telaga Sarangan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Untuk memberi rasa nyaman dan aman bagi pengunjung wisata Telaga Sarangan dari  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyiapkan 10 petugas penjaga telaga Sarangan yang disebut  lifeguard.

“10 lifeguard atau petugas penjaga telaga Sarangan kami siagakan untuk pengamanan obyek wisata telaga Sarangan,” ujar Teguh Adiwiyono Kepala Bidang Pengelolan Pariwisata. Jumat, (25/09/2020).

Lebih lanjut, lifeguard ini nantinya ditujukan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung di telaga Sarangan.”Tugas mereka mengawasi para pengunjung saat dekat dengan air telaga Sarangan,”jelasnya.

“Saat bertugas, 10 lifguard dibagi menjadi 3 shift, masing-masing 2 anggota dan sisanya libur,”kata Teguh.

Masih kata Teguh, dari 3 shift yakni mulai  jam 7 pagi sampai 3 sore, jam 3 sore sampai jam 11 malam, dan jam 11 malam sampai jam 7 pagi.”Mereka full 24 jam menjaga telaga Sarangan,”ucapnya.

 Sedangkan kantor lifeguard yang berlantai dua terletak disebelah selatan dekat pintu masuk air terjun Tirto Sari.”Dari kantor itu, mereka akan memantau kawasan wisata telaga Sarangan,”ucapnya.

Dua petugas lifeguard memantau dari kantor

Lanjut Teguh, pos lifeguard berdiri tahun 2019 lalu. untuk melengkapi peralatan lifeguard, akan dilakukan  bertahap.

“Sebenarnya tahun 2020 kami sudah  mengusulkan alat pelindung diri seperti  lampu sorot, baju pelampung, alat penyelam dan perahu karet, namun karena COVID-19 akhirnya usulan tertunda sementara waktu,”kata Teguh.

Karena perlengkapan lifeguard dinilai sangat utama maka Teguh kembali mengusulkan pada anggaran tahun 2021.

Lanjut Teguh, karena minimnya alat pelindung diri pihak lifeguard bekerjasama dengan pelaku usaha speed bot dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan.

Sementara itu, Elvi salah satu lifeguard menjelaskan bahwa tugas lifeguard tidak hanya mengawasi pengunjung di telaga akan tetapi juga mengawasi di seluruh kawasan wisata telaga Sarangan.

“Tugas kami multifungsi tidak hanya memberi kenyamanan pengunjung naik speed bot, akan tetapi juga ikut mengamankan dikawasan telaga Sarangan,”kata Alvin.

Dia juga mengatakan, bahwa di telaga Sarangan ada tiga titik zona merah yang perlu menjadi perhatian khusus, diantaranya di pintu masuk air, dan dua dipintu keluar air. ”Karena tempatnya luas maka bagian pintu keluar air disisi utara kami bekerjasama dengan pelaku usaha speed bot,”terang Alvin.

Sementara itu, dengan adanya penjaga telaga pemerintah berharap tidak ada korban pengunjung yang meninggal akibat tenggelam di telaga Sarangan seperti tahun lalu.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.