SKI News
Demi Dapatkan Berkah, Warga Rela Berebut Tumpeng Prosesi Kirab Pusaka

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Demi dapatkan berkah ratusan warga Ponorogo, Jawa Timur mulai dari anak-anak dan orang dewasa rela berebut tumpeng yang berisikan hasil bumi usai dberikan doa. Jumat, (29/07/2022).
Dalam tradisi tumpeng kirab pusaka merupakan penanda perpindahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama menuju kota baru.
Sesuai pantuan jurnalis Suarakumandang.com. Meski harus saling dorong dan berebut, namun warga mengaku senang dengan tradisi kirab yang digelar setiap menjelang tahun Baru Islam atau Satu Suro, demi mendapatkan berkah.
“Acara ini diadakan tiap tahun, alasan mau ikut rebutan biar rejeki lancar, cari makan gampang. Tadi saya sempat jatuh saat mau mengambil tadi,”kata Muntari salah satu warga yang ikut rebutan.
Sementara itu, Susilo Budi tokoh masyarakat mengatakan sebelum diperebutkan, tumpeng hasil bumi bersama tiga pusaka, masing masing sabuk Cinde Puspito, Tombak Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Nogo, di arak sejauh lima kilometer. yakni dari Kota Lama menuju Alun Alun Ponorogo.
“Bahwa tradisi tersebut merupakan sebuah cerita perpindahan dari kota lama menuju pusat pemerintahan yang saat ini,”paparnya.
Dijelaskan pula, bahwa tradisi tahunan ini memang selalu digelar setiap satu hari menjelang bulan suro atau Tahun Baru Islam.”Selain untuk nguri nguri budaya, tumpeng yang dijadikan rebutan merupakan wujud syukur pemerintah daerah karena petani diberi hasil panen yang berlimpah,”kata Susilo.
Lebih lanjut, bahwa kirab ini merupakan sebagai pertanda boyong kutho, yang dulunya memang ibu kota Ponorogo berada di Pasar Pon, pada tahun 1937 boyong kota dari timur ke tengah ini ditandai dengan boyong pusaka tiga macam tadi.
“Selain pelestarian budaya yang mengingatkan perpindahan pemerintahan. Kirab pusaka dan tumpeng purak merupakan salah satu cara Pemerintah Kabupaten Ponorogo menarik wisatawan,”pungkasnya.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
