Connect with us

SKI News

Dapur Gizi Rasa Hotel Bintang Lima! Anie Hashim Takjub Lihat SPPG Patihan Kidul 2 di Ponorogo

Published

on

Usai berkeliling melihat fasilitas SPPG Patihan Kidul 2, Anie Hashim Djojohadikusumo berbincang dengan awak media. Ia mengaku terkesan dengan dapur gizi yang bersih, modern, dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang dinilai setara standar hotel berbintang.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. SPPG Patihan Kidul 2 di Kecamatan Siman sukses mencuri perhatian.

Pendiri Yayasan Wadah Titian Harapan, Anie Hashim Djojohadikusumo, dibuat takjub saat meninjau fasilitas dapur gizi yang dinilainya bersih, modern, dan memiliki standar layaknya hotel berbintang lima, Kamis (11/6/2026).

Kekaguman Anie bukan tanpa alasan. Selain memiliki area dapur yang luas, fasilitas tersebut juga dilengkapi ruang pengolahan bahan makanan, ruang istirahat karyawan yang nyaman, hingga sistem pencucian modern yang dirancang untuk menjaga kebersihan dan higienitas.

“Ini inovasi yang luar biasa. Setelah digunakan, dapur bisa benar-benar bersih. Area pencuciannya juga dilengkapi lima bak, dua di antaranya menggunakan air panas untuk membantu mematikan sisa bakteri,” ujar Anie saat meninjau fasilitas tersebut.

Tak hanya mengapresiasi fasilitas yang ada, Anie juga menawarkan dukungan berupa pendirian pabrik tempe kepada Yayasan Berkah Srikandi Abadi.

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Tempe adalah makanan yang disukai hampir seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, keberadaannya juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.

SPPG Patihan Kidul 2 nantinya diproyeksikan melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga lanjut usia.

Lokasinya yang berada di dekat area persawahan juga diharapkan mampu menyerap hasil panen petani setempat secara langsung.

Pemilik SPPG Patihan Kidul 2, Sugeng Hariyono, menegaskan bahwa keberadaan fasilitas tersebut tidak semata-mata berorientasi bisnis.

Sebagian keuntungan yang diperoleh akan dialokasikan untuk kegiatan sosial, termasuk pendidikan dan santunan anak yatim.

“Tujuan utama kami adalah beribadah. Kami ingin hasil bumi petani terserap dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. *

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *