Bus Sugeng Rahayu Masuk Sungai, 2 Penumpang Meninggal Dunia

EVAKAUSI:Petugas kepolisian dibantu warga setempat sedang mengevakausi korban yang terjebak dalam bus

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Sebuah bus Sugeng Rahayu Terjun ke sungai sedalam 7 meter setelah menabrak pagar jembatan di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Akibatnya dua penumpang meninggal dunia dan belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.Sekitar pukul 04.30 WIB. Rabu, (03/04/2019).

Sesuai keterangan yang berhasil kami himpun di lapangan, bermula saat bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Purwanto (50) warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman Madiun melaju dengan cepat dari arah Surabaya menuju Yogyakarta sampai di lokasi kejadian tepatnya di jalan menikung bus tersebut kehilangan kendali.

“Dalam kecelakaan ini yang mengkibatkan dua orang meninggal dunia karena diduga sopir yang mengantuk,” kata AKP Sukisman Kapolsek Kedunggalar.

Dijelaskan pula, yang meninggal bernama Liliek Larmining (50) warga Desa Kejuron, Kecamatan Taman Madiun Kota. “Korban meninggal dunia di lokasi kecelakaan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Soeroto Ngawi,” jelasnya.

“Dalam kecelakaan ini dari 14 penumpang yang  mengalami luka-luka di rumah sakit At-Tin Husada Ngawi. Rata-rata korban mengalami luka pada bagian kepala, tangan dan kaki akibat terkena benturan,” ucapnya.

Masih kata Sukisman, penumpang yang meninggal dunia yang bernama Nasrudin (25) warga desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Semarang. ”Dia meninggal dunia setelah mendapat pertolongan medis,” paparnya.

Sesuai keterangan sejumlah saksi yakni Agus Yulianto penumpang yang selamat mengaku tiba-tiba terdengar suara benda berbenturan. ”Saya dengar suara “brak” dan berusaha melindungi dan jatuh ke air. Saat itu saya sadar dan mencari istri saya kok tidak ada ternyata dia terjepit di bangku depan. Saya dan istri saya berusaha keluar dari bus,” kata Agus di lokasi kecelakaan.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian melakukan olah TKP, untuk mengevakuasi bangkai bus dari dasar sungai, polisi akan mengerahkan crane.  Sopir bus yang mengalami luka, belum dapat dimintai keterangan oleh polisi. Sementara belasan korban luka hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit At-Tin Husada Ngawi. Begitu juga dua jenazah korban yang masih berada di kamar mayat RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Jurnalis: Ratno Utomo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.