Connect with us

SKI News

Warga dan Emak-Emak Gelar Doa Bersama untuk Bupati serta Kabupaten Ponorogo Pasca OTT KPK

Published

on

Warga serta emak-emak Peduli Ponorogo menggelar istighosah dan doa bersama di Kecamatan Siman, memohon keselamatan untuk Kabupaten Ponorogo serta kekuatan bagi Bupati Sugiri Sancoko pasca OTT KPK.”

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ratusan warga serta emak-emak dari kelompok Peduli Ponorogo menggelar istighosah dan doa bersama di salah satu rumah warga di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Doa bersama Sabtu(14/11/2025) tersebut berlangsung sebagai bentuk dukungan moral agar Kabupaten Ponorogo tetap aman, kondusif, serta dijauhkan dari praktik korupsi.

Selain itu, peserta kegiatan memanjatkan doa agar Bupati Sugiri Sancoko bersama keluarga memperoleh kekuatan dalam menghadapi proses hukum.

Sejumlah warga mengaku terkejut setelah menerima kabar OTT oleh KPK.

Mereka menilai Sugiri Sancoko sebagai pemimpin dekat masyarakat, merakyat, serta aktif menyapa warga.

Tidak sedikit warga menyayangkan apabila Sugiri berstatus tersangka dalam dugaan jual beli jabatan.

Suprihatin, salah satu warga, menyebut Sugiri sebagai pemimpin penuh perhatian terhadap masyarakat.

“Pak Bupati memang orangnya baik di masyarakat, selalu memperhatikan, selalu mendekat. Lepas dari apa pun terjadi saat ini, melupakan kebaikan beliau sangat sulit. Kami hanya bisa berdoa agar beliau kuat, tabah, serta sehat sampai urusannya selesai,” ujarnya.

Serupa disampaikan Sugeng Hariyono, tokoh agama setempat.

“Mudah-mudahan Pak Sugiri memperoleh ketabahan, kekuatan, serta kesabaran. Masyarakat Ponorogo harus tetap kondusif dan guyub rukun. Di mata masyarakat, beliau ini orangnya baik, merakyat, merangkul semua tanpa membeda-bedakan,”ungkapnya.

Diketahui, pada 7 November 2025, penyidik KPK melakukan OTT terkait dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Bupati Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah, Direktur RSUD, serta seorang pemborong proyek rumah sakit. KPK menyita uang tunai Rp500 juta sebagai barang bukti.

Jurnalis: Tim Redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *