Connect with us

SKI News

Keripik Tembarak Siap Naik Kelas,Mahasiswa KKNT UNESA Gaspol Promosi Lewat TikTok

Published

on

Sejumlah mahasiswa KKNT UNESA berfoto bersama usai melaksanakan program UMKM Go Digital, Go Finansial di Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, sebagai upaya mendukung promosi produk lokal dan meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM.

Suarakumandang.com, BERITA NGANJUK. Produk keripik lokal Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, mulai merambah pemasaran digital.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membantu mempromosikan keripik tempe sagu, keripik menjes, dan keripik usus produksi Pak Cicuk melalui video promosi di TikTok.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program UMKM Go Digital, Go Finansial, berfokus pada penguatan pemasaran digital sekaligus peningkatan literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tembarak.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan media sosial, meliputi WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok, sebagai sarana promosi produk.

Peserta juga mendapat materi teknik pengambilan foto produk, penyusunan keterangan promosi, serta cara memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.

Tak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKNT UNESA langsung mempraktikkan strategi promosi dengan membuat video produk UMKM milik Pak Cicuk.

Konten tersebut kemudian diunggah melalui akun TikTok untuk memperkenalkan produk lokal Desa Tembarak kepada calon konsumen lebih luas.

Perwakilan mahasiswa KKNT UNESA, Diar Muhammad Gumilang, mengatakan program tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sekaligus mengelola keuangan usaha secara lebih tertib.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produknya agar dikenal lebih luas. Selain itu, kami juga berharap pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan agar usaha dapat berjalan dengan lebih teratur,” ujar Diar.

Selain strategi pemasaran, mahasiswa memberikan edukasi literasi keuangan, mulai dari pencatatan transaksi harian, pemisahan uang pribadi dan uang usaha, hingga pengenalan laporan laba rugi, arus kas, dan neraca.

Pemahaman tersebut penting agar pelaku UMKM dapat memantau pemasukan, pengeluaran, serta perkembangan usaha secara lebih terukur.

Pak Cicuk mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKNT UNESA dalam membantu memperkenalkan produknya melalui media sosial.

“Terima kasih, kakak-kakak KKNT UNESA, semoga sukses selalu,” ungkap Pak Cicuk.

Melalui program UMKM Go Digital, Go Finansial, mahasiswa KKNT UNESA berupaya mendorong pelaku usaha Desa Tembarak agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Promosi melalui TikTok diharapkan membuka peluang pasar lebih luas, sementara pengelolaan keuangan secara tertib menjadi bekal penting bagi keberlanjutan usaha lokal.**

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *