SKI News
Viral Ibu Meninggal di Atas Motor di Depan Balita, Donasi Tembus Rp 60 Juta untuk Masa Depan 4 Anak

Suasana rumah duka Lulu Atunnimah di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Selasa (20/10/2026). Sejumlah warga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan bagi masa depan keempat anak almarhumah.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Kisah pilu meninggalnya Lulu Atunnimah (38), ibu empat anak asal Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengundang simpati masyarakat.
Pascaviralnya video detik-detik Lulu meninggal di atas sepeda motor di hadapan anak bungsunya, donasi untuk masa depan keempat anaknya terkumpul sekitar Rp60 juta lebih.
Pada Selasa (20/10/2026), warga masih berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, mendoakan almarhumah, sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga.
Donasi dari masyarakat melalui seorang influencer tersebut direncanakan khusus untuk membantu biaya pendidikan keempat anak Lulu agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolah meski telah kehilangan kedua orang tua.
Suami Lulu, Samsudin, telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu akibat sakit. Kini, keempat anak mereka harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran ayah dan ibu.
Anak tertua masih duduk di kelas VI sekolah dasar, sedangkan anak bungsunya berusia sekitar 3,5 tahun.
Tiga anak masih menempuh pendidikan di sekolah dasar dan pondok pesantren, sementara satu anak lainnya belum masuk sekolah.
Di balik kisah pilu tersebut, Lulu dikenal sebagai sosok ibu pekerja keras. Meski harus membesarkan empat anak, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri.
Ahmad Ikdam Musli hudin, tokoh agama sekaligus tetangga almarhumah, menuturkan Lulu sehari-hari mencari daun pisang dari kebun sekitar rumah untuk dijual. Daun pisang tersebut disetorkan kepada pemilik warung makan di dekat rumahnya.
Selain berjualan daun pisang, Lulu juga menjual es untuk menambah penghasilan keluarga.
Keluarga almarhum suaminya turut membantu biaya pendidikan anak-anak, tetapi Lulu tetap berusaha mencari nafkah sendiri hingga jatuh sakit.
“Selama ini almarhumah menghidupi keempat anaknya sendiri. Beliau pekerja keras. Saya tahu beliau mencari daun pisang di sekitar sini untuk dijual, bahkan rutin menyetorkannya ke warung makan dekat rumah saya,” ungkap Ahmad.
Kisah perjuangan Lulu dan nasib keempat anaknya mengundang simpati warganet. Maya Nikasari, seorang influencer, mengatakan antusiasme masyarakat untuk berdonasi sangat tinggi setelah video kejadian tersebut beredar luas.
Dana sementara diperkirakan mencapai Rp60 juta lebih. Namun, jumlah pastinya masih menunggu proses rekapitulasi seluruh sumbangan.
Maya berharap bantuan tersebut dapat menjadi bekal bagi masa depan keempat anak Lulu, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.
“Alhamdulillah, antusias teman-teman netizen sangat tinggi. Banyak ikut urunan karena melihat anak-anaknya masih kecil dan kini menjadi yatim piatu. Semoga donasi ini bermanfaat untuk masa depan keempat anak tersebut,” kata Maya.
Ia menegaskan donasi tersebut direncanakan sepenuhnya untuk biaya sekolah anak-anak almarhumah agar pendidikan mereka tetap berlanjut meski kedua orang tua telah tiada.
Lulu meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026). Saat itu, ia mengendarai sepeda motor bersama anak bungsunya untuk berobat.
Namun, ketika menepi, Lulu tiba-tiba meninggal dunia di hadapan anaknya. Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi sekitar 17 detik dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Di tengah duka akibat kehilangan kedua orang tua, kepedulian masyarakat diharapkan dapat membantu keempat anak Lulu melanjutkan pendidikan dan menata masa depan mereka.***
Jurnalis: Priyam
