SKI News
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat,Dorong Percepatan Penurunan Stunting

SAMPAIKAN ARAHAN: Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menyampaikan arahan hingga harapan dalam penanganan stunting di Kecamatan Saradan. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Madiun)
Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, wilayah memiliki angka prevalensi stunting tertinggi yaitu Kecamatan Saradan mencapai sekitar hampir 8%.
Capaian itu diatas rata-rata Kabupaten Madiun berada diangka 5,02%. Maka, diperlukan langkah strategis untuk mempercepat penurunan stunting.
Demikian disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam “Sarasehan Peningkatan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Masalah Kesehatan di Kecamatan Saradan”, Senin (19/10/2026).
“Langkah tersebut meliputi pengaktifan posyandu untuk pemeriksaan rutin, pemantauan pertumbuhan, serta pendataan anak berisiko mengalami stunting,” ujarnya.
Selain itu, peran kader kesehatan perlu diperkuat agar mampu memberikan edukasi sekaligus mendampingi keluarga secara langsung.
Ia juga mendorong Tim Penggerak PKK (TP-PKK) dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam mengedukasi keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Anak tampak sehat secara fisik, tambahnya, belum tentu terbebas dari risiko gangguan pertumbuhan sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan.
Keberadaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui layanan yang terintegrasi, Posyandu ILP diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara berkesinambungan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Dalam upaya memperkuat lingkungan sehat dan ketahanan pangan keluarga, pentingnya memastikan ketersediaan air bersih, jamban sehat, dan sanitasi yang layak guna mencegah infeksi berulang pada anak.
Pemerintah desa juga didorong untuk mewujudkan lingkungan bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran serta membudidayakan ikan dan unggas sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Penyaluran bantuan sosial dan bantuan pangan kepada keluarga sasaran juga perlu dioptimalkan sesuai ketentuan agar kebutuhan gizi keluarga, khususnya kelompok rentan, dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Jangan menunggu anak menunjukkan gejala atau mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dilakukan sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berusia 2 tahun,” tandasnya.
Bupati Madiun berharap, di tahun 2030 nanti zero stunting untuk mewujudkan generasi Kabupaten Madiun yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. *..
Jurnalis: Agus Basuki.
