SKI News
Buntut Bentrok Pesilat,Tiga Sekolah Terpaksa Lakukan Daring

PESERTA DIDIK SMKN 5: Inilah peserta didik dan Kepala SMKN 5 Kota Madiun, usai kegiatan di Kota Madiun. (Foto: Agus Basuki)
Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Buntut aksi bentrok pesilat dipertigaan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Trunojoyo dan Jalan Merak, Kota Madiun, Selasa (22/9/2026) siang lalu, ada 3 sekolah melakukan pembelajaran daring.
Massa memaksa masuk ke Padepokan Agung PSHT
Ke-3 sekolah yaitu SMKN 5, SMPN 7 dan SDN 1 Nambangan Kidul di Jalan Merak, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, oleh Dinas Pendidikan setempat agar melakukan pembelajaran daring.
“Kami diminta dinas untuk melakukan pembelajaran daring terhitung hari ini. Hal itu menyikapi situasi terdahulu dan terkini,” jelas Kepala SMKN 5 Kota Madiun Rofiq Ali Muhsin, Rabu (23/9/2026).
Hal itu, tambahnya, tidak terlepas masukan dari para aparat keamanan, meminta pihak sekolah untuk meliburkan atau cara lain dalam kegiatan pembelajaran.
Ia mengatakan pembelajaran harus ada rasa aman, jika ada rasa aman. Maka, pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar dan baik.
Saat ini jumlah peserta didik SMKN 5 sebanyak 1.153 dengan komposisi 60% berasal dari luar kota dan 40% dari Kota Madiun.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan usai menerima laporan dari pihak sekolah (SMKN 5) dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun.
“Saya setuju agar pembelajaran dilakukan tanpa meliburkan, tapi pembelajaran daring selama 3 hari yaitu 23, 24 dan 25 September 2026,” ujarnya.
Menurutnya hal itu perlu dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi peserta didik, guru hingga tenaga administrasi.
Dilaporkan, sebelumnya PSHT kubu Taufik berencana melakukan Parluh di Padepokan PSHT Jalan Merak dari 25-27 September 2026 nanti.
Namun, atas pertimbangan jajaran Forpimda Kota Madiun, agar Parluh tidak dilakukan di Kota Madiun dengan pertimbangan kemungkinan ada gesekan. Akhirnya, disepakati Parluh dilakukan di Kabupaten Magetan.*.
Jurnalis: Agus Basuki.
