Connect with us

SKI News

125 Santri Pondok Pesantren Darul Fikri Di Ponorogo Keracunan

Published

on

Salah satu santriwati yang terkena racun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Harjono

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO, Sedikitnya 125 santri Pondok Pesantren Darul Fikri di Ponorogo, Jawa Timur mengalami keracunan setelah menyantap makan malam, Minggu,(12/11/2019) lalu dengan menu ikan tongkol.

Hingga berita ini diturunkan dari sekian santri yang mengalami keracunan di rawat disejumlah rumah sakit di Ponorogo. Berikut kejadian tersebut akhirnya Polres Ponorogo turun tangan untuk melakukan penyelidikan.

Pengurus pondok pesantren Daruk Fikri  Marlan mengatakan pihaknya merasa kaget mengetahui para santrinya mengalami keracunan dan hal ini baru pertama kali dialami ponpesnya. “Baru pertama kali alami ini,” ujar Marlan, saat ditemui di Ponpes Darul Fikri, Senin (18/11/2019).

Dijelaskan pula, jika santri keracunan karena diduga setelah mengkomsumsi makan malam dengan menu tongkol.”Awalnya santri yang memasak sudah mulai curiga, karena warna tongkol yang sudah menghitam, namun karena tongkol lama atau basi kita belum tahu,” jelasnya.

Sementara itu Made Jeren Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harjono Ponorogo mengatakan menjelaskan pihaknya menerima 65 pasien keracunan, Minggu (17/11/2019) malam. “Sebanyak 40 santri rawat jalan, 25 santri rawat inap,” tutur Made saat ditemui di kantornya.

Kemudian dari data yang dihimpun oleh jurnalis suara kumandang selain 65 pasien di RSUD Harjono, ada 14 pasien di RS Aisyiah, ada 20 pasien yang dirawat di Puskesmas Ngrandu dan ada 23 pasien di Puskesmas Kauman.

Atas kejadian tersebut Polres Ponorogo melakukan penyelidikan.”Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang baik pihak pondok, santri, dan penjual. Lalu mengambil sampel makanan berupa nasi, sambal, tongkol, diduga yang malam tadi dibuat menu,” Kata Kanit Reskrim AKP Maryoko , Senin(18/11/2019).

Lanjut Maryoko, rencananya akan menindaklanjuti dan koordinasi dengan dinas kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk memintakan tes laboratorium.”Kita akan tunggu hasilnya dari  dinkes ponorogo,” terang Maryoko.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan dari 125 santri dan santriwati saat mengalami keracunan yang dirasakan oleh korban adalah  pusing, mual, muntah dan gatal-gatal.

Jurnalis: Yoga Kariem.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *