Connect with us

SKI News

Virus Corona, Kesaksian BMI Asal Magetan Di Taiwan

Published

on

Bunda Umy Saat sshow tentang budaya Indonesia di perpustakaan Tawian sebelum mewabahnya virus Corona

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Mewabahnya kasus  virus Corona atau covid -19  yang diduga pertama berasal dari pasar seafood dan hewan liar di Wuhan, Cina benar-benar membuat orang-orang di dunia merasa khawatir.

Dalam hal ini tak terkecuali warga Panekan, Magetan, Jawa Timur , Indonesia  yang bekerja sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Taiwan merasakan hal yang sama. Berikut wawancara dan Kesaksian Bunda Umy selain sebagai BMI dia juga seorang  penulis asal Indonesia Magetan:

Virus Corona benar-benar membuat orang-orang di Taiwan merasa khawatir. Apalagi adanya pemberitaan tentang penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang positif terinfeksi virus Corona dan singgah di Keelung,  Taiwan. Yang dilansir oleh TIMedia Taiwan. Jumlah penumpang yang terjangkitpun dilaporkan terus bertambah.

Sebagaimana CAN melaporkan data yang diperoleh dari perusahaan biro perjalanan, mereka (penumpang kapal Diamond) telah mengunjungi berbagai tempat wisata di Taiwan. Tentu saja ini semakin mengkhawatirkan.

Himbauan pemerintah Taiwan untuk selalu memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan sepulang dari bepergian, tidak sembarang menyentuh barang di luar terutama dalam bus, selalu sedia tisu basah atau alkohol penangkal virus, menghindari tempat-tempat ramai agar tidak tertular corona.

Sementara pembelian masker di batasi. Satu orang hanya boleh membeli 1 pak yang berisi 3 helai masker.

Kebetulan saya hidup di daerah Li-Jing yang jauh dari keramaian kota. Cuma ada satu toko kecil bernama 7-11. Mereka hanya menyediakan masker antara jam 4 sampai 6 sore. Itupun sering tidak kebagian.

Beruntung ada organisasi dan KDEI yang membagikan gratis khusus untuk BMI. Namun tentu saja masih kurang.

Dilansir oleh CNA jumlah BMI di Taiwan tidak kurang dari 270.000 orang. Maka kami sangat membutuhkan masker.

Walau harga masker terjangkau namun keberadaannya kini sangat langka alias sulit untuk di dapat.

Demikian laporan dari Bunda Umy, Keelung, Taiwan.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.