Ternyata Tewasnya Kakek Asal Purwodadi Barat dibunuh Oleh Keponakan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Sukimen warga desa Porwodadi, Kecamatan Barat, Jawa Timur Senin, (19/11/2018) lalu  ternyata setelah dilakukan penyelidikan oleh polres Magetan korban tewas karena  terbunuh oleh keponakan sendiri.

“Dari awal korban tewas diduga bunuh diri. Namun setelah dilakukan penyelidikan kami menemukan keganjalan pada pisau lipat yang berada di dekat korban posisi pisau terlipat.  Tidak mungkinlah  jika seseorang mau bunuh diri sempat melipat pisau, itulah yang menguatkan kami untuk melakukan penyelidikan kasus tewasnya korban,”ujar AKPB Muhammad Riffai Kapolres Magetan.

Dijelaskan pula, dugaan kuat korban dibunuh setelah mendapatkan hasil dari otopsi rumah sakit Sayidiman Magetan  menyatakan ada beberapa luka pada tubuh korban yang ditemukan ada 3 luka.

“Dari hasil otopsi ada satu tusukan dan dua sayatan pada leher. Salah satu sayatan yang mencurigakan adalah jagut atau gulu menjing sempat keluar, dan kalau orang bunuh diri itu tidak mungkin dilakukan dan tidak ada luka percobaan bunuh diri,”kata Riffai.

Motif pembunuhan ini adalah salah satunya yaitu sakit hati.”Kemungkinan sakit hati karena tersangka diperlakukan tidak adil dalam memberi uang. Padahal korban sering kali makan dan minum dirumah tersangka, namun saat korban punya uang diberikan ke keponakan lain,”terang Riffai kepada suara kumandang, Jumat,(23/11/2018).

Tersangka dikenai pasal 340 KHUP SUB pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Saat ini tersangka bernama Sugiyanto (43) warga Desa Purwodadi , Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditahan di Mapolres Magetan.

Sebelumnya Senin,(19/11/2018) diberitakan Warga Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dihebohkan dengan ditemukan sosok mayat Sukimin (80) oleh warga setempat.Diduga korban bunuh diri dengan cara menusuk lehernya dengan menggunakan pisau. Gara-gara depresi setelah berpisah dengan istri.

Korban ditemukan Slamet yang tak lain adalah tetangga sendiri. Slamet kali pertama menemukan dibawah pohon bambu  dalam kondisi belumuran darah yang kelar dari luka dilehernya.”Awalnya saya melihat lampu rumah masih menyala, dalam pikiran saya kalau masih menyala berarti dia masih tidur. Saat akan melihat saya nengok ke kiri mbah Min sudah dibawah bambu dengan posisi  tergeletak dan leher mengeluarkan banyak darah.”kata Slamet kepada wartawan.

Menurut Suci Minarni kepala desa Purwodadi menjelaskan sudah sejak beberapa tahun lalu korban hidup sebatang kara setelah berpisah dengan istrinya. Korban hidupnya merasa kesepian.

“Dia meninggal karena bunuh diri dan pisau itu ada. Selama ini dia memang mempunyai masalah yakni pisah ranjang .Dia depresi bunuh diri dengan menusuk lehernya dengan pisau,”jelas Suci.Ratno.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.