SKI News
Tahun Baru Islam di Ngawi Terasa Lebih Sepi, Hilangnya Atraksi Jadi Sorotan Pengunjung

Suasana kawasan Alun-Alun Merdeka Ngawi saat perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terlihat lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah pengunjung menilai berkurangnya atraksi pendukung membuat antusiasme masyarakat tidak seramai biasanya. (Foto: Ahmad Hakimin/Suarakumandang.com)
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui tradisi Kirab Puter Gelang di Alun-Alun Merdeka Ngawi tahun ini tetap berlangsung khidmat.
Namun, suasana yang biasanya dipadati lautan manusia terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah warga menilai perayaan Puter Gelang tahun 2026 tidak seramai biasanya.
Salah satu faktor yang banyak dibicarakan pengunjung adalah tidak adanya sejumlah atraksi pendukung yang selama ini menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke pusat kota.
“Tahun ini terasa lebih sepi. Dulu ada bola api dan beberapa pertunjukan yang membuat masyarakat penasaran untuk datang. Sekarang acaranya lebih sederhana,” ujar salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Alun-Alun Merdeka Ngawi terpantau relatif lancar.
Kondisi yang berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika kemacetan panjang kerap menjadi pemandangan rutin saat malam pergantian Tahun Baru Islam.
Bahkan sejumlah pengendara mengaku dapat melintas tanpa hambatan berarti meski kegiatan kirab sedang berlangsung.
Kirab Puter Gelang sendiri tetap diikuti remaja masjid, pelajar madrasah, santri pondok pesantren, serta berbagai unsur masyarakat.
Peserta berjalan mengelilingi alun-alun sambil melantunkan sholawat sebagai bentuk syiar Islam dan ungkapan syukur menyambut datangnya tahun baru Hijriah.
Gunungan hasil bumi yang berisi aneka sayuran dan komoditas pertanian khas Ngawi juga tetap menjadi bagian dari rangkaian acara.
Namun, kerumunan warga di sekitar lokasi terlihat tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi, Mahmud Rosadi, mengatakan Puter Gelang merupakan tradisi tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Puter Gelang, Enny Aslihatul Kirom, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan sholawat, mahalul qiyam, dan Al-Barzanji sebagai upaya mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam dengan kegiatan positif.
Meski demikian, perbedaan tingkat keramaian dibanding tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan perbincangan di kalangan pengunjung.
Sebagian berharap tradisi Puter Gelang tetap mempertahankan nilai religiusnya, namun juga mampu menghadirkan daya tarik yang membuat masyarakat semakin antusias untuk hadir.
Sebab bagi sebagian warga, suksesnya sebuah tradisi bukan hanya soal terselenggaranya acara, melainkan juga bagaimana perayaan tersebut mampu menghadirkan suasana yang hidup, berkesan, dan dirindukan masyarakat dari tahun ke tahun.*..
Jurnalis: Ahmad Hakimin
