Connect with us

SKI News

Seorang Gadis Keterbelakangan mental di Magetan Dicabuli

Published

on

PERS LIRIS: Tersangka saat diminta keterangan oleh Kapolres Magetan dihadapan sejumlah jurnalis/wartawan di ruang pers Polres Magetan.Senin,(17/02/2020).

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Seorang bapak Inisial BP  warga desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditangkap polisi karena dilaporkan telah mencabuli seorang gadis keterbelakangan mental, korban tak lain adalah tetangga sendiri.Senin,(17/02/2020).

TIndakan bejat yang dilakukan seorang pria berumur (55) berawal, Sabtu,(28/12/2019) lalu, tersangka hendak pergi ke sawah melewati rumah korban. Kemudian tersangka mampir ke rumah korban.

Dalam pengakuan dihadapan petugas Polisi,  tersangka mampir karena hendak melihat doran  pacul yang terletak diteras samping rumah. “Saya lihat doran pacul, karena diketahui ayah korban memang jualan doran pacul,”kata BP.

“Setelah saya pegang-pegang doran terus saya panggil si-korban itu, tak lama kemudian saya tanya bapak kemana, jawab korban keluar pak, terus  ibu kemana jawab korban belanja,”kata BP.

Selanjutnya tersangka menyuruh korban (25) untuk membuka celana.”Coba lihat, itu di tarik sendiri, itu  dibuka sendiri , terus saya lihat, terus adiknya tahu dipanggil, sambil mengikuti adiknya saya bilang ‘ini opo to’, dan selanjutnya saya pulang,”kata BP dihapadan Kapolres.

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana menjelaskan bahwa korban mengalami Keterbelakangan mental .”Korban memang sudah berumur 25 tahun dan cara berfikirnya  masih seperti anak-anak,”kata Festo.

Dikatakan, penangkapan tersangka karena ada laporan dari adik korban, bahwa kakaknya yang mempunyai keterbelanganmental telah diketahui dicabuli oleh tersangka.”Itu yang melaporkan adiknya, karena saat itu adiknya tahu kejadiannya,”jelas Festo.

“Dari motif tersebut tersangka hendak melakukan persetubuhan dengan korban, namun terlebih dahulu diketahui adik kandungnya sendiri,”pungkasnya.

Sementara itu, tersangka dikenai pasal 290 ayat 1e KUHP barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang sedang diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya dihukum penjara selama-lamanya 7 tahun. Serta pasal 281 ayat 2e KUHP barang siapa yang merusak kesopanan dimuka oarng lain yang hadir tidak dengan kemaunya sendiri dihukum penjara selama-lamanya 2 tahun penjara.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.