SKI News
Sebulan 5 Korban Pohon Tumbang di Magetan, DPUPR Sudah Lakukan Mitigasi

Petugas gabungan mengevakuasi dan memotong pohon tumbang di Jalan Raya Bayem taman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Minggu (8/3/2026). Pohon besar yang roboh tersebut sebelumnya menimpa pengendara sepeda motor dan menewaskan seorang bocah, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Kasus pohon tumbang menelan korban dalam sebulan terakhir menjadi perhatian serius.
Tercatat lima orang menjadi korban akibat peristiwa pohon tumbang terjadi di Desa Tamanarum, Kecamatan Parang dan Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo.
Tercatat 4 luka luka, satu meninggal dunia seorang bocah 9 tahun.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muthar Wahid, menegaskan bahwa langkah mitigasi sebenarnya sudah lama dilakukan oleh pihaknya.
Menurut Muthar Wahid surat perintah pemotongan pohon rawan tumbang sudah diterbitkan sejak masa kepemimpinan kepala dinas sebelumnya dan hingga kini masih berlaku.
“Surat perintah untuk pemotongan pohon rawan tumbang karena lapuk atau pangkalnya dibakar sudah diberikan sejak zaman Pak Hergunadi. Sampai sekarang masih berlaku dan sering kami ingatkan saat apel pagi maupun rapat,” jelas Mutahar.
Ia menambahkan, pelaksanaan di lapangan juga telah dilakukan oleh UPTD DPUPR di masing-masing wilayah dengan melakukan pengecekan serta penebangan pohon dinilai berisiko membahayakan pengguna jalan.
Namun demikian, Muthar Wahid mengakui ada faktor alam sulit diprediksi, terutama angin puting beliung dapat datang secara tiba-tiba dan menyebabkan pohon besar tumbang.
“Kalau angin puting beliung datang mendadak, itu memang sulit diprediksi. Tapi upaya pencegahan tetap kami lakukan, terutama pada pohon sudah lapuk atau berpotensi membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.
DPUPR juga mengimbau masyarakat agar ikut aktif melaporkan jika menemukan pohon di tepi jalan terlihat rapuh atau berpotensi tumbang, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Sementara itu, saat disinggung terkait anggaran penanganan pohon rawan tumbang, Muthar mengaku hingga kini belum ada anggaran khusus untuk kegiatan tersebut.
“Tidak ada anggaran khusus untuk itu. Anggaran yang ada lebih banyak digunakan untuk pemeliharaan jalan, itu saja sudah cukup kewalahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, terkait persoalan anggaran tersebut merupakan kewenangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.
“Kalau soal anggaran silakan ditanyakan ke TAPD atau Sekda,”tandasnya.
Sementara itu, Joko Suyono, warga Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, menyayangkan masih banyaknya pohon di tepi jalan yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat lebih aktif melakukan pengecekan serta pemotongan pohon yang sudah lapuk atau akarnya mulai rapuh di sepanjang jalan kabupaten.
“Harapannya dinas PU bisa mengecek dan memotong pohon-pohon yang sudah lapuk atau berpotensi tumbang di seluruh jalan kabupaten, supaya tidak sampai menimbulkan korban lagi,” ujar Joko.
Pernyataan tersebut disampaikan Joko saat menyikapi video viral peristiwa pohon tumbang, yang kemudian dikutip dari percakapannya di grup WhatsApp Berita Sak Donyo.
Jurnalis: Tim Redaksi
