Connect with us

SKI News

Satpol pp: Jadilah Pengusaha Bijaksana, Tawarkan Usaha Taati Peraturan

Published

on

Salah satu petugas Satpol PP kabupetan Magetan sedang melepas banner liar yang melanggar perda nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban dan kenyaman masyarakat.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Banner maupun spanduk melintang di jalan hingga kini masih marak di wilayah Kabupaten Magetan. Pasalnya pemerintah Kabupaten Magetan menilai masih banyak masyarakat bahkan pemerintah yang belum sadar akan ketertiban dan lingkungan hidup.

Ini terbukti hingga sampai saat ini masih banyak ditemui banner maupun spanduk liar yang dipasang tidak pada tempatnya.

“Pesan bagi orang yang tidak bertanggung jawab memasang alat peraga sembarangan dipaku di pohon di tiang listrik, melintang di jalan di rambu-rambu harus di hentikan, silahkan menawarkan produknya dengan arif, bijaksana dan cari rejeki yang berkah jangan sembarangan demikian pesan Chanif Triwahyudi Kepala Satuan Polisi Pamo Praja (Kasat Polpp) Kabupaten Magetan.

Ia juga menjelaskan, masyarakat Magetan saat ini sudah semakin pintar dan cerdas. “Pada intinya apabila menawarkan produk usahanya dengan melanggar Perda nomor 3 tahun 2014 masyarakat enggan untuk membeli dan memakainya,”jelas chanif kepada jurnalis suara kumandang.

“Kami tadi adakan operasi banner dan spanduk liar di 5 kecamatan. Didapatkan 21 spanduk dan kurang lebih 200 banner berbagai ukuran,”terangnya.

Dalam razia banner dan spanduk liar pihak Sat Polpp akan melakukannya secara kontinyu. ”Kami akan lakukan secara kontinyu di 18 Kecamatan di Kabupaten Magetan,”jelas Chanif lagi.

Selain operasi banner dan sapanduk liar, pihak anggota Sat Pol PP juga mengingatkan setiap warga untuk disiplin terhadap protocol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan jauhi kerumunan.

Sementara itu, pihak pemerintah berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dan ketertiban agar wilayah Magetan bisa menjadi aman dan tertib.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.