Connect with us

SKI News

Safari Ramadan Terakhir di Pelem: Muspida & Tokoh Masyarakat Kompak Hadir, Silaturahmi Makin Solid

Published

on

Safari Ramadan terakhir 1447 H di Desa Pelem berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Bupati Magetan bersama jajaran Muspida, tokoh agama, dan masyarakat duduk melingkar di dalam masjid, membaur tanpa sekat, mempererat silaturahmi di penghujung rangkaian Safari Ramadan wilayah eks Distrik Maospati. Foto: Suarakumandang.com

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN . Rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026 M wilayah eks Distrik Maospati resmi ditutup di Masjid Hidayatullah Amali (Masjid Amali), Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo.

Agenda pamungkas ini terasa makin spesial karena dihadiri jajaran Muspida/Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan warga dalam merawat kebersamaan di bulan suci.

Momentum Ramadan ini tak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi ruang temu untuk menyamakan visi membangun Magetan yang religius, rukun, dan guyub.

Dalam suasana khidmat, pengajian yang disampaikan Kyai Nur Sujak kembali menegaskan pesan sederhana namun dalam: kebaikan seseorang akan terlihat dari perilakunya.

Akhlak yang baik akan menjadi teladan dan secara alami diikuti banyak orang. Ramadan pun dimaknai sebagai madrasah kehidupan—tempat melatih kesabaran, empati, serta kepedulian sosial.

Warga Desa Pelem mengaku bangga dan bersyukur desanya menjadi titik akhir Safari Ramadan tahun ini.

Mereka berharap silaturahmi yang terjalin tidak berhenti di bulan suci, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Tamanarum, Tladan, hingga Pelem, Safari Ramadan tahun ini sukses menjadi jembatan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti berharap semangat Ramadan tidak hanya terasa selama kegiatan berlangsung, tetapi mampu diwujudkan dalam kerja nyata dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat persaudaraan dan komitmen kita membangun Magetan yang harmonis dan sejahtera,” ujar Bupati Magetan akrab disapa Bunda Nanik Sumantri.

Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang merawat persaudaraan dan memperkuat kepedulian.

Jurnalis:Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *