SKI News
PWI Ngawi Resmi Polisikan Oknum SPPG: Tak Ada Damai, Polisi Diminta Serius Jangan Cuma Main Mediasi!

PWI Ngawi resmi lapor! Wartawan datang ke Polres, oknum SPPG siap-siap hadapi proses hukum bukan mediasi dadakan.
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Dapur SPPG Mantingan mendadak jadi panggung drama aromanya jauh dari sedap.
Setelah wartawan diintimidasi, diteriaki, hingga hampir dihajar paving, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi memilih langkah tegas: laporan resmi ke polisi, bukan sekadar gertak-gertak di pinggir dapur.
Ketua PWI Ngawi, Zainal Abidin, memimpin langsung rombongan jurnalis mendatangi Polres Ngawi, Jumat (6/12/2025).
Bukan untuk basa-basi atau temu kangen, tapi untuk menegaskan bahwa wartawan bukan objek unjuk kekuatan otot.
“Perbuatan oknum itu jelas masuk pidana. Ada ancaman fisik, ada paving di tangan. Kami sepakat melaporkannya,” ujar Zainal, tampak tak lagi berminat pada skenario damai-damaian ala sinetron.
Ia menegaskan laporan tersebut mewakili seluruh wartawan mengalami intimidasi. Yang lebih tegas: PWI Ngawi menutup pintu mediasi rapat-rapat.
“Kami tidak menerima perdamaian. Ini bukan cuma soal profesi, tapi soal keselamatan dan martabat pers,” tegasnya, seolah ingin memberi sinyal pada siapa pun masih menganggap wartawan bisa ditakut-takuti.
PWI Ngawi juga mendesak aparat agar tidak bermain setengah hati.
Mereka meminta penanganan sesuai UU Pers dan aturan pidana lain relevan.
Lebih jauh lagi, Zainal meminta dapur SPPG Mantingan ditutup sementara selama penyidikan.
Jelas: untuk mencegah barang bukti tiba-tiba “hilang sendiri” atau lokasi berubah kinclong ajaib.
“Kami berharap dapur SPPG ditutup sementara agar penyidikan tidak dihalangi dan barang bukti aman,” tegasnya.
Di tengah panasnya kasus intimidasi ini, penyelidikan dugaan keracunan massal di Mantingan juga masih berlangsung.
Tim Dinas Kesehatan Ngawi terus meneliti sampel makanan untuk memastikan penyebab puluhan pelajar mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare berjamaah.
Dua kejadian di satu tempat sama membuat publik semakin penasaran: apa sebenarnya yang terjadi di SPPG Mantingan?
Pasti, PWI Ngawi berkomitmen penuh mengawal proses hukum hingga tuntas agar tak ada lagi merasa bisa “menodong” wartawan dengan paving ataupun intimidasi murah lainnya.
Jurnalis: Ahmad Hakimin.
