Connect with us

SKI News

Potensi Pembudidaya Ikan Raih Cuan di Ngawi: Sarasehan Ramai, Tapi PR Pemerintah Masih Segunung

Published

on

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko,

Suarakumandang.com , BERITA NGAWI. Kabupaten Ngawi, Jawa Timur punya kolam cuan luar biasa dari sektor perikanan, tapi sayangnya, sebagian besar pembudidaya masih harus berjibaku dengan persoalan klasik  tak kunjung diselesaikan pemerintah.

Meski begitu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi tetap percaya diri menggelar Sarasehan Pembudidaya Ikan di Nata Azana Hotel Ngawi, Senin (17/11/2025), dengan menghadirkan 100 peserta dari penyuluh, pembudidaya, hingga pejabat perencana.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, membeberkan potensi perikanan Ngawi katanya besar, lengkap dengan lahan dan sumber daya air mendukung.

Namun di balik optimisme itu, ia juga mengakui sederet masalah dari tahun ke tahun tetap sama: pakan mahal dan terbatas, teknologi belum terjangkau,

kelembagaan kelompok masih lemah, hingga kualitas benih dan pemasaran yang “sering kalah sebelum tanding”.

Sarasehan ini diklaim untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya, memperkuat komunikasi, dan menyolidkan Pokdakan.

Tapi publik tentu berharap acara seperti ini tak sekadar forum foto bareng dan seremonial belaka.

Narasumber dari Bappeda Ngawi, Ita Marita, menegaskan sektor perikanan punya peran strategis untuk mewujudkan Asta Cita.

Produksi ikan Ngawi tahun 2024 memang tercatat fantastis  4,4 juta ton dengan gurami masih memegang tahta harga tertinggi.

Ada 188 Pokdakan tersebar di Kabupaten Ngawi, mengunggulkan lele, patin, gurami, dan nila.

Namun, fluktuasi harga sejak 2020 membuktikan bahwa pasar perikanan Ngawi masih rapuh dan butuh sentuhan serius, bukan janji manis di podium.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan, penguatan kelembagaan, hingga olahan pasca panen seperti kerupuk kulit ikan agar nilai tambah meningkat.

Ia juga mengingatkan soal pentingnya keseimbangan pembesaran dan pembenihan agar kebutuhan bibit lokal tidak terus bergantung dari luar daerah.

Acara ditutup dengan pembagian penghargaan untuk dua Pokdakan terbaik:
Pokdakan Enggal Mulyo Abadi (kategori pembesaran), Desa Ngale, Paron
Pokdakan Japritan I (kategori pembenihan), Desa Kauman, Sine

Mereka menerima piagam plus uang pembinaan Rp 1 juta. Jumlahnya kecil, tapi semoga bukan semangatnya yang ikut mengecil.

Potensi perikanan Kabupaten Ngawi memang besar, tetapi selama masalah mendasarnya tetap dibiarkan mengambang, jangan salahkan pembudidaya jika cuan hanya terasa seperti ombak kecil di atas kolam penuh janji.

Pemerintah mesti turun tangan lebih dalam, bukan hanya tenggelam dalam rapat di hotel mewah.

Jurnalis: Ahmad Hakimin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *