Connect with us

SKI News

Positif COVID-19 di Magetan Tambah 5, Dua Orang Ditolak Warga

Published

on

Saif Muchlissun kepala dinas Komunikasi dan informatika kabupaten Magetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Sabtu (16/5/2020) sore, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kembali menambah angka positif COVID-19 yakni 5 orang. 2 pasien dari klaster Sampoerna Surabaya dan 3 pasien dari klaster Pondok di kabupaten Magetan.

Saif Muchlissun kepala dinas Komunikasi dan informatika kabupaten Magetan mengatakan pihaknya sangat menyayangkan karena positif COVID-19 dari klaster Sampoerna Surabaya saat pulang ke rumahnya di wilayah kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan sempat ditolak dan dikucilkan warga setempat.

“Patut disayangkan, masyarakat memberikan sanksi sosial dan mengucilkan saudaranya terkena musibah pandemi COVID-19,” ujar Jubir Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun.

Pasangan suami-istri (Pasutri) pekerja PR Sampoerna Kota Surabaya adalah pasien ke-54  (49) laki-laki dan pasien ke-55  (45) perempuan. Akibat ditolak warga, Pasutri tersebut  dikirim RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan.

Sedangkan, anaknya kelas 4 SD dan sudah menjalani test swab dinyatakan negatif, saat ini tengah dikarantina di fasilitas kesehatan di Kecamatan Poncol.

 Sedangkan, 3 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 lainnya  berasal dari Pondok di Magetan  ketiganya yaitu pasien ke-56 (19) laki-laki warga  Kecamatan Karas, pasien ke-57  (53) laki-laki warga Kecamatan Bendo dan pasien ke-58 (1) warga Kecamatan Plaosan.

“Sekali lagi, kami berpesan jangan jauhi dan jangan kucilkan penderita serta keluarga yang terkonfirmasi positif COVDI-19 atau virus corona. Karena penyakit ini bukan aib dan bisa disembuhkan. Tapi, tetap jaga hubungan sosial dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Saif.

Lalu, jaga jarak atau lakukan phisical distancing. jaga jarak aman hindari kerumunan. Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah, bekerja belajar dan beribadah tetap di rumah.

“Selalu bermasker bila terpaksa keluar rumah. Sekaranglah saatnya untuk saling menguatkan bukan saling menyalahkan. Mari bergerak bersama memutus mata rantai COVID-19,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.