Connect with us

SKI News

Pengguna Kendaraan Berpajak Keluhkan Jalan Protokol di Magetan Berlubang

Published

on

Lubang menganga di perempatan Selosari, Magetan.
Diameter sekitar 40 cm, kedalaman 10 cm, tepat di jalur protokol yang setiap hari dilalui warga dan kendaraan bertonase berat.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Jalan protokol di jantung Magetan kembali bikin geleng kepala.

Tepatnya di perempatan Selosari, lubang berdiameter kurang lebih 40 sentimeter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter menganga di tengah aspal. Bukan sekadar retak rambut, ini sudah level “jebakan Batman” versi jalan raya.

Sejumlah pengguna kendaraan mengeluhkan kondisi tersebut. Pengendara roda dua harus ekstra zig-zag bak pembalap, sementara roda empat memilih melambat demi menghindari bunyi “bruk!” yang bisa bikin dompet ikut nyeri.

“Ini jalan protokol lho, bukan jalan desa pelosok. Masa iya dibiarkan seperti ini,” keluh salah satu pengendara, Minggu (22/2/2026).

Diduga, jalur ini kerap dilalui truk dump dengan muatan melebihi kapasitas. Aspal yang mestinya kuat menopang lalu lintas harian akhirnya menyerah dihajar beban berton-ton setiap hari.

Jika overload terus dibiarkan, bukan tak mungkin lubang kecil hari ini besok berubah menjadi kolam mini.

Kondisi ini mengundang tanda tanya besar. Apakah pengawasan tonase kendaraan sudah maksimal? Atau memang harus menunggu viral dulu baru ada tambal sulam dadakan?

Jalan protokol adalah wajah kota. Jika wajahnya bopeng, yang malu bukan hanya pengendara, tetapi juga wibawa tata kelola. Warga berharap ada gerak cepat sebelum lubang tersebut benar-benar memakan korban.

Berdasarkan pantauan jurnalis Suarakumandang.com hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan masih berlubang tanpa adanya penanganan dari pihak terkait.

Unggahan di grup WhatsApp pun memicu beragam komentar. Ada yang menyebut perbaikan baru dilakukan setelah viral, ada pula yang berkomentar anggaran masih “nipis” dan belum cair.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya aspal yang terkikis. Kepercayaan publik pun bisa ikut tergerus.

Kini publik menunggu, siapa yang sigap menambal bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata.

“Lebaran 2026 tinggal beberapa hari lagi. Mestinya pihak yang mengurusi jalan segera memperbaiki. Jangan sampai karena alasan titik kerusakan tidak hanya satu, penanganannya jadi lambat,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *