SKI News
Pelatihan Jurnalistik, Cahyo PWI Magetan Bekali 60 Siswa MA’arif Mojopurno: “Wartawan Wajib Cover Both Sides!”

Cahyo PWI Magetan saat menyampaikan materi jurnalistik kepada siswa MA’arif: tegas mengingatkan, wartawan wajib Cover Both Sides.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN, Aula MA’arif Mojopurno mendadak berubah jadi ruang redaksi dadakan. Sebanyak 60 siswa-siswi digembleng dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar pihak sekolah, Kamis,(11/12/2025).
Yang hadir pun bukan pemateri sembarangan. Ketua PWI Magetan, Cahyo Nugroho, turun langsung memberikan dua materi utama: teknik dasar penulisan berita dan etika wartawan dalam peliputan terutama wajib hukumnya menerapkan “cover both sides.”
Dengan gaya lugas khasnya, Cahyo mengingatkan para calon jurnalis muda agar tidak tumbuh menjadi “wartawan setengah cerita.”
“Cover both sides itu harga mati. Berita harus hadirkan dua sudut pandang supaya publik dapat informasi netral dan tidak terpancing hoaks atau fitnah,” tegas Cahyo.
Cahyo juga menambahkan bahwa selain prinsip keberimbangan, wartawan wajib menguasai unsur 5W + 1H agar karya tulisannya bisa dipertanggungjawabkan dan tidak sekadar asal ketik.
Menurutnya, inilah pondasi lahirnya wartawan profesional paham makna, bukan hanya mengejar panjang-pendek tulisan.
Menariknya, dari 60 peserta, terdapat sembilan siswa yang langsung menyatakan minat belajar menulis berita lebih serius. “Alhamdulillah, meski tidak semuanya ingin jadi penulis ala wartawan, sembilan ini sudah langkah awal bagus,” ujar Cahyo.
Tak hanya Cahyo, dua rekannya dari dunia televisi ikut “mengasah kamera dan insting berita” para pelajar. Rizal (Metro TV) dan Joko Prayinto (Grauda TV) mengupas teknik liputan lapangan, lengkap dengan berbagai jebakan yang biasanya menjerat wartawan pemula.
Sementara itu, Kepala MA’arif Mojopurno, Muklis, mengaku bangga sekolahnya bisa memberikan pengalaman yang biasanya hanya dinikmati mahasiswa komunikasi.
“Anak-anak biar melek media. Biar paham bagaimana informasi itu dibuat, bukan cuma ditelan mentah-mentah,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan membuat para siswa lebih cerdas menghadapi derasnya arus informasi minimal tidak lagi bingung membedakan mana berita, mana opini, dan mana gosip kompleks yang sering berkeliaran di jagat maya.
Jurnalis: Tim Redaksi.
