Memprihatinkan, Janda Pengarang Lagu Hymne Guru

HARU: Ny Damiati janda mendiang pengarang lagu Hymne Guru Sartono, saat didatangi mahasiswa Prodi Kessos STKIP Muhammadiyah Kota Madiun, terlihat terus memegangi foto Sartono penuh haru.

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Ny Damiati janda mendiang Sartono pengarang lagu Hymne Guru di Jalan Sumbawa 98, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, menggugah keprihatinan sejumlah kalangan. Rumah itu saat ini dihuni Ny Ing Daniati atau istri almarhum Sartono, ditemani sejumlah kerabat dan rekan akrabnya tengah dalam kondisi memprihatinkan.

“Rumah ini milik keluarga Mas Sartono, usai lebaran tahun lalu (2018) mendadak dipasangi tulisan “RUMAH INI DIJUAL”  dan calon pembeli diminta menghubungi nomor tertulis dipapan itu. Saya tidak bisa berbuat banyak atas keadaan itu, bahkan sempat terlintas untuk menjual gamelan pemberian Pak Jenderal Joko Suyanto,” ujar Ny Damiati sembari mengusap air matanya, Kamis (31/1/2019) .

Menurutnya menjual gamelan itu untuk menutupi kebutuhan sewa atau kontrak rumah, jika rumah ditinggali jadi terjual. Seperangkat gamelan itu lalu dikembalikan kepada pembuatnya di Solo dengan harapan dapat uang lebih besar. Ternyata, hal itu diketahui banyak kalangan, sehingga dirinya merasa tidak enak serta mengurungkan penjualan gamelan.

Simpati terus berdatangan, sejumlah kalangan siap menampung hingga mengusahakan rumah bagi Ny Damiati, mulai tokoh persilatan, pengusaha hingga Wakil Walikota Madiun terpilih Inda Raya. Bahkan, hari ini (Kamis, 31/1) utusan Mendikbud Muhajir Effendi sempat menemui Ny Damiati.

“Saya sampaikan terima kasih atas semua perhatian, termasuk baru saja datang utusan Pak Mendikbud, menyampaikan Pak Mendikbud akan berkunjung dalam 2-3 hari kedepan. Saya tidak tahu Pak Mendikbud mau datang ke rumah ini,” ujarnya lagi.

Menyinggung rencana, pindah dari rumah pernah ditinggali bersama Sartono, ia mengaku belum tahu pasti. “Saya belum tahu pasti kapan mau pindah, lihat saja nanti, ya. Semoga segera ada kabar baik,” ujar Ny Damiati, tidak dikaruniai anak pernikahan dengan almarhum Sartono.

Dalam kesempatan sama, mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) STISIP Muhammadiyah Kota Madiun, mendatangi rumah Ny Damiati merasa prihatin atas kondisi bersangkutan. “Berawal dari medsos dan melihat langsung, akhirnya secara spontan mahasiswa mengumpulkan sumbangan diperoleh sejumlah uang. Langkah ini, sekaligus wujud dari implementasi mata kuliah gerontologi,” ujar Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Kota Madiun Suntoko juga mahasiswa Prodi Kessos.

Kepala Prodi Kessos, SITiSIP Muhammadiyah Kota Madiun Qoniyah dan Rektor STISIP Muhammadiyah Kota Madiun Mujahidin menilai langkah baik diambil para mahasiswa Prodi Kessos itu. Begitu mahasiswa berinisiatif mengumpulkan bantuan untuk Ny Damiati direstui rektorat hingga jurusan.

“Tanggapan cepat dari mahasiswa menyikapi suatu masalah dihadapi Ny Damiati tergolong lanjut usia, dinilai baik. Itu juga berkenaan mata kuliah gerontologi, diwujudkan dalam bentuk rasa menimbulkan kepedulian sosial,” ujar Ka Prodi Kessos Qoniyah disambut haru Ny Damiati. Basuki.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.