Connect with us

SKI News

Lansia Penghuni Shelter Karangrejo Dimakamkan Gotong Royong oleh Dinsos dan Kelurahan Magetan

Published

on

Penghormatan terakhir untuk sesama. Petugas Dinas Sosial Kabupaten Magetan bersama perangkat Kelurahan Magetan mengantarkan jenazah almarhumah Susilowati ke peristirahatan terakhir di TPU Sumber Mulyo. Proses pemulasaraan hingga pemakaman dilakukan secara gotong royong sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang tidak memiliki keluarga.

Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN.  Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Seorang lansia penghuni Shelter Rumah Lansia Mulia Karangrejo, Susilowati (73), dimakamkan secara gotong royong oleh Dinas Sosial dan Kelurahan Magetan setelah meninggal dunia tanpa didampingi keluarga, Jumat (17/7/2026).

Susilowati mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.15 WIB di Shelter Rumah Lansia Mulia Karangrejo.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat sakit yang dideritanya.

Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia kembali ke shelter hingga akhirnya meninggal dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Magetan, Suprianto, mengatakan almarhumah sudah sekitar satu tahun tinggal di shelter milik Dinas Sosial Kabupaten Magetan karena tidak lagi memiliki keluarga di Magetan yang dapat merawatnya.

“Beliau sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, kemudian kembali ke shelter setelah kondisinya membaik. Tadi sekitar pukul 04.15 WIB beliau meninggal dunia,” ujar Suprianto.

Karena tidak memiliki keluarga yang mengurus proses pemakaman, Kelurahan Magetan bersama Dinas Sosial langsung berkoordinasi untuk memastikan almarhumah memperoleh penghormatan terakhir secara layak.

Proses pemulasaraan jenazah, penyediaan ambulans, hingga pemakaman dilakukan secara bersama-sama. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Sumber Mulyo, Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan.

“Seluruh proses mulai dari pemulasaraan hingga pemakaman dilakukan melalui kolaborasi antara Kelurahan Magetan dan Dinas Sosial. Ini bentuk kepedulian pemerintah agar setiap warga, termasuk yang hidup sebatang kara, tetap mendapatkan haknya untuk dimakamkan secara layak,” jelas Suprianto.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada pelayanan sosial saat seseorang masih hidup, tetapi juga hadir memberikan penghormatan terakhir ketika tidak ada lagi keluarga yang mendampingi.

Kolaborasi antara Dinas Sosial dan Kelurahan Magetan dalam proses pemakaman itu sekaligus menjadi cerminan semangat gotong royong yang tetap terjaga, memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang manusiawi hingga akhir hayatnya.**..

Jurnalis: Tim Redaksi.