Connect with us

SKI News

Lampu Rp 2,5 Miliar, Jalan Tetap Gelap: PJU Magetan Kalah oleh Ranting Pohon

Published

on

Lampu menyala, jalan tetap gelap. PJU di sebelah SDN 2 Wates tertutup ranting dan dahan pohon. Anggaran sudah terang, tapi cahaya kalah oleh pepohonan.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Anggaran miliaran rupiah digelontorkan, ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU) dipasang.

Tapi hasilnya, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih saja gelap.

Bukan karena lampunya mati melainkan kalah oleh ranting dan dahan pohon.

Fakta ini terdengar sepele, nyaris lucu. Namun dampaknya serius: jalan remang, jarak pandang terbatas, risiko kecelakaan meningkat.

“Lampunya ada, tapi cahayanya ketutup ranting. Malam tetap gelap,” keluh seorang warga enggan disebutkan namanya, Senin, (15/12/2025).

Ia mencontohkan PJU di sebelah timur SDN 2 Wates. Lampu menyala, tetapi cahaya hanya jatuh di bagian tengah jalan.

Sisanya, tertelan bayangan pepohonan. Kondisi serupa, kata dia, masih banyak dijumpai di sepanjang jalan lain.

Keluhan ini muncul di tengah realisasi anggaran PJU tidak kecil.

Apakah urusan PJU cukup selesai di tahap beli dan pasang, tanpa memastikan cahaya benar-benar sampai ke aspal.

Bagi warga, PJU bukan sekadar laporan administrasi atau serapan anggaran.

Ia adalah soal keselamatan tentang pulang dengan selamat, bukan sekadar terang di atas kertas.

Warga berharap Pemerintah kabupaten Magetan lebih total.

Jika pemangkasan pohon bukan kewenangan Dishub Kabupaten Magetan koordinasi lintas instansi semestinya menjadi keharusan, bukan alasan.

Sebab lampu mahal kalah oleh ranting pohon bukan sekadar persoalan teknis.

Ia adalah potret perencanaan setengah jalan dan publik pantas menyorotinya dengan terang.

Sementara itu, Kepala Bagian Prasarana Dinas Perhubungan Muhammad Fauzi menjelaskan, pada tahun anggaran Induk 2025, memperoleh alokasi sekitar Rp 2,5 miliar untuk kegiatan pengadaan PJU.

“Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan 534 unit lampu LED,”ujar Fauzi

lebih lanjut, dari jumlah itu, sebanyak 218 titik dipasang di lokasi baru di enam Kecamatan.

“Anggaran pemasangan termasuk tiang, kabel, dan sepasang lampu mencapai sekitar Rp 500 juta,’jelasnya.

Lebih lanjut, sementara sisanya, digunakan sebagai suku cadang pengganti untuk PJU yang mengalami kerusakan.

Fauzi juga menjelaskan, selain itu, lampu juga dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan masyarakat, sepanjang lokasi tersebut memenuhi persyaratan teknis.

“Pada prinsipnya, seluruh permintaan masyarakat dapat kami akomodasi, selama memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan,”pungkasnya

jurnalis:Tim Redaksi.

.

.

.

.

.