SKI News
Laka Lantas Turun, Anak Muda Tetap Berguguran: Jalan Magetan Belum Aman Meski Angka Diperhalus

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun 35
Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magetan mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7 persen sepanjang tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya. Statistik ini sekilas terdengar menenangkan.
Namun jika dibaca lebih dalam, data tersebut justru menyisakan ironi: korban kecelakaan masih didominasi kelompok usia 16–30 tahun usia produktif yang seharusnya menjadi masa depan daerah, bukan pengisi statistik luka dan kematian.
Kecelakaan paling banyak terjadi pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, jam-jam sibuk saat pelajar dan pekerja memadati jalan.
Fakta ini mengindikasikan satu hal yang belum berubah: disiplin berlalu lintas masih rapuh, sementara risiko terus dibiarkan berulang.
Penurunan angka kecelakaan memang patut dicatat. Namun dominasi korban dari kalangan anak muda menunjukkan bahwa penurunan kuantitas belum berbanding lurus dengan kualitas keselamatan.
Jalan boleh sama, rambu tetap berdiri, tetapi perilaku berisiko seolah belum benar-benar tersentuh.
“Kami terus mengintensifkan program edukasi, salah satunya melalui Police Goes to School, serta sosialisasi keselamatan berlalu lintas ke berbagai kalangan.
Namun kami akui, upaya ini belum sepenuhnya memutus rantai kecelakaan yang melibatkan generasi muda,” ujar Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.
Pengakuan tersebut menjadi penegasan bahwa edukasi semata belum cukup. Sosialisasi terus berjalan, tetapi anak muda masih menjadi korban utama, seolah pesan keselamatan kalah cepat dibanding gaya berkendara ugal-ugalan dan pengawasan belum konsisten.
Kapolres Magetan menegaskan Satlantas Polres Magetan akan terus memperkuat pendekatan edukatif dan preventif, serta meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.
Namun publik berharap langkah ini tidak berhenti pada slogan dan spanduk semata, melainkan benar-benar hadir di titik-titik rawan dan jam-jam krusial.
Sebab pada akhirnya, angka kecelakaan boleh turun di laporan, tetapi selama anak muda masih mendominasi korban, jalan Magetan belum bisa disebut aman.
Jurnalis: Tim Redaksi.
