SKI News
Hujan Tak Menghentikan Parade, Ratusan Siswa Kemenag Magetan Basah demi Acara Disebut Lancar

Pesta tetap jalan, hujan ikut merayakan. Di sekitar Alun-alun Magetan, irama drumband terus ditabuh meski langit memilih turun tangan. Acara disebut lancar, sementara seragam siswa basah jadi saksi: semangat anak-anak selalu lebih siap dari antisipasi cuaca.
Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Parade drumband menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI digelar Kantor Kemenag Magetan, Sabtu (20/12/2025), berjalan “lancar” sesuai agenda.
Namun kelancaran itu harus ditebus mahal oleh ratusan siswa terpaksa tampil di bawah guyuran hujan.
Parade ini diikuti siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Kemenag, mulai Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sejak awal kegiatan, cuaca kurang bersahabat.
Hujan turun, namun barisan tetap bergerak, alat drumband tetap dipukul, dan anak-anak tetap melangkah basah, tapi patuh pada jadwal.
Kepala Kantor Kemenag Magetan, Taufiqurrohman, menyebut parade tersebut sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan para siswa yang selama ini berlatih di lembaga masing-masing.
“Ini menjadi wadah bagi anak-anak kami yang telah berlatih untuk meningkatkan keterampilan dan kecerdasan di bidang seni drumband,”ujar Rohman.
Lanjutnya, dia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag memiliki kegiatan yang variatif dan berkualitas.
Apresiasi memang mengalir, namun di lapangan tersaji ironi kecil: semangat anak-anak tampak lebih siap dibanding antisipasi teknis panitia terhadap faktor cuaca.
Tidak terlihat skema penundaan, pengalihan lokasi, atau perlindungan maksimal bagi peserta usia dini yang jelas paling rentan.
Acara boleh saja berjalan sesuai rundown, tetapi hujan yang mengguyur para siswa menjadi catatan tersendiri.
Di tengah semangat perayaan Hari Amal Bhakti, muncul pertanyaan sederhana: sejauh mana keselamatan dan kenyamanan peserta benar-benar menjadi prioritas, bukan sekadar pelengkap seremoni?
Parade selesai, tepuk tangan terdengar, dan acara dinyatakan sukses.
Namun kisah ratusan siswa yang pulang dengan seragam basah menjadi pengingat, bahwa “lancar” di atas kertas belum tentu sepenuhnya ramah di lapangan.
Jurnalis: Tim Redaksi.
