SKI News
HKTI Kediri Dampingi Menteri Koperasi Tinjau Industri Gula Merah, Kemitraan Koperasi Dinilai Bikin Petani Makin Untung

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono didampingi Ketua DPC HKTI Kabupaten Kediri, Sumadianto, meninjau langsung proses produksi gula merah di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/6/2026).
Suarakumandang.com, BERITA KEDIRI. Angin segar berembus bagi petani tebu di Kabupaten Kediri. Kolaborasi antara Koperasi Pemasaran (Koppem) Raharja dan Koperasi Kana mendapat apresiasi dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, saat melakukan kunjungan kerja ke industri gula merah di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Koperasi didampingi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Kediri, Sumadianto.
Mereka meninjau secara langsung sistem kemitraan yang dibangun kedua koperasi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku tebu untuk PT Indogula Jiyoboyo.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Kediri, Sumadianto, menilai kemitraan yang terjalin antara Koppem Raharja dan Koperasi Kana menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat kesejahteraan petani tebu.
“Tanaman tebu merupakan salah satu komoditas yang pernah berjaya. Saat ini menjadi momentum bagi petani tebu untuk bangkit dan berkontribusi menuju swasembada gula nasional,” ujarnya.
Menurut Sumadianto, pola kerja sama yang diterapkan dinilai memberikan keuntungan bagi petani karena harga pembelian tebu lebih kompetitif dan mekanisme transaksi berlangsung lebih terbuka.
“Ini terobosan yang sangat baik. Kami dari DPC HKTI Kabupaten Kediri mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi petani,” tegasnya.
Ia berharap model kemitraan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan petani memiliki akses pasar yang lebih baik.
“Dengan sistem yang baik, petani bisa lebih mudah menjual hasil panennya dengan harga yang layak. Jika petani sejahtera, koperasi juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong penguatan koperasi di sektor pertanian, termasuk pada komoditas tebu.
Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam menjaga rantai pasok mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
“Ke depan, kami akan terus mendorong petani tebu menjadi anggota koperasi agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Dengan sistem koperasi, proses dari hulu sampai hilir bisa terintegrasi dan hilirisasi berjalan lebih baik,” ungkap Ferry.
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi petani tebu untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pola kemitraan yang berkelanjutan.*.
Jurnalis: Tim redaksi.
