SKI News
Gas Sahur Mau “War”, Keburu Kena Razia! Tiga Remaja Diamankan Polisi di Alun-Alun Ponorogo

Petugas dari Polsek Ponorogo memberikan pembinaan dan arahan kepada sejumlah pemuda yang terjaring razia dugaan perang sarung di kawasan Alun-Alun Ponorogo, Minggu dini hari. Polisi mengingatkan agar momentum Ramadan tidak disalahgunakan untuk aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Foto:suarakumandang.com
Suarakumandang.com , BERITA PONOROGO. Momen sahur harusnya adem ayem, eh malah hampir jadi ajang “perang sarung”. Untungnya, jajaran Polsek Ponorogo gercep duluan. Tiga remaja diamankan saat diduga hendak melakukan perang sarung, Minggu dini hari (1/3/2026).
Razia digelar di sejumlah titik dicurigai jadi spot nongkrong remaja jelang sahur.
Salah satunya di kawasan Patung Macan, Alun-Alun Ponorogo. Polisi menyisir kerumunan, mengecek kendaraan, sampai menggeledah jok motor satu per satu.
Dan… cling! Tiga buah sarung ditemukan tersembunyi di dalam jok motor.
Petugas menduga sarung tersebut akan digunakan untuk perang sarung, tradisi “laga kain digulung” tiap Ramadan sering bikin resah warga. Selain berpotensi ricuh, aksi ini juga rawan memicu tawuran.
Salah satu remaja yang terjaring, Arif Mustofa, mengaku hanya nongkrong usai tarawih.
“Habis tarawih, Pak. Nggak langsung pulang. Cuma dolan, nunggu sahur. Nggak ada perang sarung,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Meski begitu, polisi tetap mengambil langkah tegas. Selain mengamankan sarung, petugas juga mendapati sejumlah kendaraan tidak standar tanpa spion dan tanpa pelat nomor.
Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hermawan, menegaskan razia ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama Ramadan.
“Kami antisipasi balap liar maupun perang sarung di wilayah Kecamatan Ponorogo. Tadi di alun-alun didapati tiga remaja yang diduga akan melaksanakan perang sarung. Selanjutnya kami bawa ke Polsek untuk didata, membuat surat pernyataan, dan memanggil orang tuanya,” tegasnya.
Ketiga remaja tersebut akhirnya dibawa ke Mapolsek untuk pendataan dan pembinaan. Orang tua mereka juga dipanggil agar ada pengawasan lebih lanjut.
Ramadan itu momen ibadah, bukan momen adu gulung sarung. Nongkrong boleh, tapi jangan sampai kebablasan. Polisi sudah wanti-wanti: kalau masih nekat bikin onar, siap-siap bukan cuma sarung yang diamankan.
Jurnalis: Tim Redaksi.
