Connect with us

SKI News

Diam-Diam Mengguncang! Talinta Meledak di Panggung, Satu SMA Langsung Tak Berkedip

Published

on

Talinta Dwisanjani

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Gadis pendiam bernama Talinta Dwisanjani ini sebenarnya hampir saja terlewat dari perhatian banyak orang termasuk saya kalau saja ia tidak naik panggung membawakan lagu seriosa di Aula SMAN 1 Magetan saat perayaan Bulan Bahasa minggu lalu.

Siapa sangka, suara keluar dari siswi biasanya kalem itu langsung “mengunci” perhatian satu aula.

Dalam hitungan detik, Talinta berubah dari gadis pendiam menjadi pusat decak kagum. Putri Magetan Ketenangannya Menipu Bakat Besarnya

Dikenal dengan panggilan Talinta, ia lahir di Magetan pada Maret 2010. Putri kedua dari pasangan Sutoyo, seorang anggota militer, dan Deny Ekawanti, pegawai BUMN.

Keluarganya kini tinggal kawasan Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Di balik sikap pendiamnya, Talinta ternyata adalah paket talenta:menyanyi, melukis, menari, bermain piano, hingga biola semua dia kuasai.

Namun uniknya, mata pelajaran favoritnya malah Matematika dan Ekonomi. Dan cita-citanya? Bukan penyanyi dan bukan musisi. Ia justru ingin menjadi dosen dan pengusaha sukses.

Cocok jadi murid bikin iri sekaligus bikin bingung: bakat seni kuat, minat akademik pun luar biasa.

Awal Mula Menguasai Biola dan Seriosa

Ketika ditanya sejak kapan suka biola dan seriosa, Talinta mengungkap bahwa biola baru ia sentuh saat kelas 8 SMP. Itu pun hanya untuk mengisi waktu luang dan menambah skill musiknya.

Seriosa? Lebih mengejutkan lagi.

Talinta mulai tertarik di kelas 9 SMP, hanya karena suka mendengar orang bernyanyi dengan teknik tersebut. Ia belum pernah latihan.

Puncaknya terjadi di akhir semester 2 kelas 9 SMP. Saat mendapat tugas praktik menyanyi, Talinta nekat membawakan lagu “Lascia ch’io pianga” karya George Frideric Handel. Tanpa guru. Autodidak.

Talinta saat pentas bersama group the meaw band

Hasilnya? Guru-gurunya terkejut bukan main. Dari situlah Talinta mulai benar-benar serius mendalami seriosa.

Terinspirasi Maestro Dunia.  Dibalik permainan biolanya, Talinta mengidolakan maestro asal Belanda, André Rieu.

Sementara untuk seriosa, ia mengagumi sopran internasional Diana Damrau serta penyanyi Indonesia Isyana Sarasvati.

Lewat bimbingan Pak Agus Arifin atau Pak Ipin kemampuan biola Talinta terus terasah hingga berhasil menyabet prestasi bergengsi.

Prestasi yang Bikin Teman-Teman Satu Sekolah Melongo. Di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024 cabang Ansambel Musik Campuran, Talinta mengukir dua kemenangan sekaligus, Juara 1 tingkat Kabupaten Magetan, Medali Emas (Juara 1) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tak heran kalau banyak siswa lain kini makin iri talenta Talinta benar-benar bersinar di saat ia sendiri tak pernah banyak bicara.

Mimpi Besar Gadis Pendiam

Setelah lulus SMA, Talinta berharap bisa masuk perguruan tinggi sesuai dengan minatnya, agar bisa mengembangkan kemampuan menyanyi dan bermain musik. Ia juga ingin membuka les musik di sela waktu kuliah.

Harapannya sederhana: membanggakan orang tua dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara.

Penutup Penuh Makna dari Talinta. “Saya hanya ingin hidup dengan tujuan menjadi pribadi berguna dan bermanfaat. Tuhan tidak selalu memberikan apa saya inginkan, tetapi selalu memberikan apa saya butuhkan untuk tumbuh dan belajar. Rencana-Nya mungkin tak mudah dipahami, tapi saya yakin itu yang terbaik.”pungkasnya.

Jurnalis: Tim Redaksi.