SKI News
Bursa Tosan Aji Diserbu Kolektor, Tapi Kenapa Pelaku Lokal Cuma Kebagian 5 Meja, Ngawi Berbudaya Jangan Sekadar Jadi Etalase

Bursa Tosan Aji Ngawi dipadati pengunjung. Ratusan kolektor dan pecinta pusaka dari berbagai daerah berburu keris, tombak, hingga benda bersejarah lainnya dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Antusiasme tinggi menjadi bukti warisan budaya Nusantara masih memiliki daya tarik, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran pelaku budaya lokal.
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Bursa Tosan Aji dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sukses menyedot perhatian pecinta pusaka dari berbagai daerah.
Selama tiga hari, 16–18 Juli 2026, Gedung Kesenian Ngawi dipadati kolektor, perajin, hingga masyarakat yang ingin berburu sekaligus mengenal warisan budaya Nusantara.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program Ngawi Berbudaya.
Bursa yang sempat digelar pada 2019 itu kini hadir dengan skala lebih besar dan melibatkan pemerintah desa, kecamatan hingga Forkopimda.
Sebanyak 100 meja disediakan dalam bursa tersebut. Namun, data yang disampaikan Disparpora memunculkan pertanyaan.
Dari total meja yang tersedia, 95 diisi peserta dari luar daerah seperti Sragen, Surabaya, Madura, Brebes, Yogyakarta, Jakarta dan daerah lainnya. Sementara pelaku lokal Ngawi hanya mengisi lima meja.
Angka tersebut menjadi catatan tersendiri. Jika semangatnya membangun Ngawi Berbudaya, ruang bagi kolektor dan perajin lokal dinilai perlu diperkuat agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Kehadiran peserta luar daerah memang memperkaya kegiatan, tetapi pembinaan terhadap komunitas lokal juga perlu menjadi prioritas.
Selain bursa, Disparpora juga menggelar sarasehan bertema pelestarian budaya keris bagi pelajar sebagai upaya mengenalkan warisan budaya leluhur sejak dini.
Workshop mengenai keris sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga diberikan kepada para kepala desa.
Antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan cukup tinggi. Banyak pengunjung berharap Bursa Tosan Aji tidak berhenti sebagai agenda seremonial Hari Jadi Ngawi, tetapi menjadi kalender budaya tahunan yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat posisi pelaku budaya lokal.
Sebab, budaya tidak hanya ramai saat dipamerkan. Budaya akan benar-benar hidup ketika masyarakat lokal diberi ruang untuk tumbuh dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.*…
Jurnalis: Ahmad Hakimin.
