Connect with us

SKI News

Berkah Musim Kemarau Bagi Pencari Jerami

Published

on

Sigit usai membeli jermai di pasar sayur plaosan untuk pakan ternak sapinya

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Musim kemarau bukan berarti indentik dengan “penderitaan” karena kekeringan yang berkepanjangan. Namun dari sebagain orang pada musim kemarau menjadikan berkah tersendiri.

Seperti Jumliah (40) warga desa/Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dia mengaku dari hasil jual jermai yang dibeli  dari pencari jerami mampu mendapat omzet perhari  Rp 500 ribu bila dibanding pada musim penghujan.

“Saya kalau beli dari pencari jerami satu pick up penuh seharga Rp 50.000 sampai Rp 80.000 tinggal jauh dekatnya lokasi para pencari jerami mengambil jeraminya. Kadang yang datang ke pasar sayur Plasoan ini ada 5 sampai 7 pick up,”jelas Jumliah.

Satu pick up menurut Jumilah berisikan sekitar ada 60 sampai 70 ikat jerami.”Saya jual kembali seharga Rp 1.500 sampai 2.000 perikat,”kata Jumliah kepada jurnalis suara kumandang.

“Kalau pembeli belinya minimal 10 ikat kami beri bonus 2 ikat. Satu ikat itu rata-rata berdiameter 20 cm,”terang Jumliah.

Musim kemarau merupakan berkah bagi Jumilah  dan pencari jerami. Keuntungan yang didapat mencapai 100 persen lebih.”Kalau musim kemarau rata-rata perhari saya bisa untung bersih Rp 70 ribu sampai Rp 90 ribu. Tapi kalau musim penghujan saya hanya untung sekitar Rp 30 ribu perhari,”ungkapnya.

“Biasanya saya dengan pencari jerami sudah bekerjasama , dan saya tinggal menunggu di pasar plaosan. Biasanya mereka datang dengan membawa jerami diangkut pakai pick up,”paparnya.

Meningkatnya harga jermai pada musim kemarau karena sulit untuk mencari  pakan ternak sapi, ”Musim kemarau kan banyak rumput yang tidak tumbuh dan kering seperti rumput gajah dan lainya,”terang Jumirah.

Sigit (40)  pembeli jerami warga Desa Sidomukti, kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan, Jawa timur mengaku harga jerami mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih.”Biasanya kalau musim penghujan saya cukup membeli Rp 5000 dapat 5  ikat ditambah rumput gajah atau daun-daunnya lainnya yang saya dapat dari mencari disawah maupun ladang,”kata Sigit.

“Tapi karena ini musim kemarau, biasanya saya beli cukup Rp 5000 terpaksa beli sampai Rp 15.000 dapat 17-18 ikat. Satu ikat jerami dengan diameter kurang lebih ada 20 cm,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Ratno Utomo.

 

­­­

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *