Connect with us

SKI News

Akibat Covid 19, Pelaku Usaha di Magetan Harus Segera Distimulus

Published

on

Kondisi jalan Jalan Sawo Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Covid 19 atau Virus corona yang merebak sejak awal bulan Maret 2020 di Indonesia hingga menyebar ke penjuru Nusantara, ternyata membawa dampak ekonomi yang luar biasa. Khususnya Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sejak dinyatakan kondisi darurat, sejumlah pelaku usaha mulai merasakan dampaknya. Bahkan bisa dikatakan pada abad ini bahwa ekonomi Magetan terburuk dalam sejarah.

Apalagi dibarengi dengan kebijakan pemeritah Kabupaten Magetan yang mengambil langkah untuk penutupan toko atau kios khusus di dua Kecamatan yakni kecamatan Ngariboyo dan Kecamatan Magetan, mulai pertanggal 27 Maret hingga 10 April 2020 ditutup.

Suprawoto Bupati Magetan membenarkan dengan adanya pengumuman kewaspadaan terhadap merebaknya virus corona. ”Iya betul, tujuannya untuk mengurangi resiko interaksi antar warga. Kita menghimbau untuk daerah Kecamatan Magetan dan Kecamatan Ngariboyo yang memang terdampak,”ujar Suprawoto, Sabtu,(28/03/2020).

“Tindakan ini diambil pemerintah Kabupaten Magetan untuk menekan penyebaran covid 19 atau virus corona,”jelasnya.

Dwi Aryanto komisi C DPRD Kabupaten Magetan mengaku bahwa dampak dari covid 19 atau virus corona sangat dirasakan bagi semua masyarakat dari segala sector.

“Terutama pada sector ekonomi yang merasakan dampak cukup signifikan. Usaha kecil mikro khususnya, para pedagang kaki lima. Konsumsi masyarakat mengalami penurunan apalagi sejak diberlakukan social distancing,”kata Dwi.

Namun dalam hal ini, kebijakan social distancing  mau tidak mau harus diterapkan. Sebab, penyebaran virus corona masih mengalami kenaikan. “Secara tidak langsung juga akan mempengaruhi penurunan omzet pelaku usaha. Bahkan jika dilihat stuasi seperti ini para pengusaha kecil menengah dan industri rumahan akan merasa terpukul dengan penurunan omzet hingga 70% – 90% ,”terangnya.

Lanjut Dwi, melihat situasinya Indonesia baru di posisi awal virus ini sehingga waktunya tidak bisa diperkirakan akan berapa lama lagi. “Masalah terbesar bagi para pelaku usaha ini adalah momentum Ramadhan dan Lebaran, di mana ini merupakan momentum mendulang pendapatan bagi sebagian besar para pengusaha tersebut. Bila keadaan tidak kunjung membaik, maka pelaku usaha akan sangat terdampak,”papar Dwi.

Ia juga mengatakan, dampak covid 19 jika berkepanjangan maka akan berdampak pada pendapatan para pelaku usaha.

“Mendagri telah mengingatkan pemerintah daerah agar menyiapkan berbagai upaya dalam menangani penyebaran virus corona,”kata Dwi lagi.

Pemerintah pusat melalui Permendagri Nomor 20 tahun 2020 dan Permenkeu Nomor 6 tahun 2020 telah memberi kewenangan pada pemerintah daerah untuk melakukan relokasi anggaran. Termasuk relokasi anggaran yang dapat digunakan untuk dunia usaha.

“Bagaimanapun, corona juga berdampak pada ekonomi. Mendagri telah memberikan arahan Kepala Daerah untuk membantu  usaha kecil dan mikro agar tetap survive ditengah kemampuan daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat persoalan maraknya virus corona ini,”paparnya.

Paling tidak harus memberikan stimulus pada para pelaku usaha serta melakukan relaksasi pajak dan retribusi daerah dapat dilakukan Pemda agar dunia usaha tetap hidup di tengah tekanan akibat wabah tersebut.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.