Connect with us

SKI News

Libur Sekolah Bukan Buat Healing, Malah ‘War’ Antrean E-KTP, Disdukcapil Ponorogo Diserbu Pelajar

Published

on

Ratusan pelajar memadati kantor Disdukcapil Ponorogo untuk mengurus e-KTP. Antrean mengular sejak pagi, bahkan banyak pemohon harus menunggu hingga dua jam karena kuota layanan sesi pagi cepat habis.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Libur sekolah yang identik dengan jalan-jalan atau rebahan ternyata dimanfaatkan berbeda oleh ratusan pelajar di Kabupaten Ponorogo.

Mereka justru “menyerbu” kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus perekaman dan pencetakan KTP elektronik (e-KTP).

Akibat membludaknya pemohon, antrean mengular sejak pagi. Bahkan, kuota pelayanan sesi pagi sudah ludes sekitar pukul 10.00 WIB.

Warga yang datang setelah itu terpaksa diminta kembali pada sesi siang karena kapasitas pelayanan telah penuh.

Fenomena ini membuat jumlah pemohon melonjak sekitar 30 hingga 40 persen dibanding hari biasa.

Jika biasanya Disdukcapil melayani sekitar 300 pemohon per hari, selama masa libur sekolah angkanya naik menjadi 400 hingga 450 orang.

Sekretaris Disdukcapil Ponorogo, Dhutarso Avyantoro, mengatakan lonjakan tersebut memang menjadi pola yang hampir selalu terjadi setiap musim liburan sekolah.

Banyak pelajar sengaja memanfaatkan waktu luang sebelum kembali masuk sekolah.

Menurutnya, pembatasan kuota dilakukan bukan untuk membatasi pelayanan, melainkan agar standar pelayanan tetap terjaga.

“Kalau antrean sudah mencapai sekitar 100 orang pada pukul 10.00 pagi, kami arahkan pemohon berikutnya datang lagi pukul 13.00 WIB. Karena kami juga punya standar pelayanan sekitar 20 menit per pemohon dengan enam meja layanan. Kalau dipaksakan, justru pelayanan akan semakin lama,” jelas Dhutarso.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi gambaran bahwa tingginya kesadaran masyarakat mengurus administrasi kependudukan belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas pelayanan.

Saat momen tertentu seperti libur sekolah, antrean panjang pun sulit dihindari.

Salah satu pelajar, Rifa, mengaku sengaja datang saat liburan agar tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.

Namun, ia harus bersabar menunggu hampir dua jam sebelum mendapatkan giliran.

“Tadi datang sekitar jam sembilan pagi. Memang sengaja pas libur sekolah biar nanti kalau sekolah sudah punya KTP. Antreannya penuh terus,” ujarnya.

Disdukcapil Ponorogo mengimbau masyarakat datang lebih pagi agar memperoleh nomor antrean.

Pasalnya, setiap sesi pelayanan hanya mampu melayani sekitar 150 pemohon sehingga warga yang datang terlambat berpotensi harus menunggu hingga sesi berikutnya.

Lonjakan pemohon saat musim liburan sejatinya menjadi alarm bagi peningkatan kualitas layanan publik. Di satu sisi, masyarakat semakin sadar pentingnya dokumen kependudukan.

Namun di sisi lain, kapasitas pelayanan juga perlu terus diperkuat agar antrean panjang tidak lagi menjadi “tradisi” setiap musim libur sekolah.*…

Jurnalis: Priyam.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *