Connect with us

SKI News

Diduga Masih Ada Celah dalam SPMB, Dinas Pendidikan Kota Kediri Gandeng SaRoJa Benahi Sistem Penerimaan Murid Baru

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono bersama perwakilan Perkumpulan Sahabat Boro Jarakan (SaRoJa) menggelar pertemuan untuk membahas evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi dan penyampaian masukan guna memperkuat transparansi serta penyempurnaan sistem penerimaan murid baru di masa mendatang.

Suarakumandang.com, BERITA KEDIRI  Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Kediri kembali menjadi sorotan.

Sejumlah aduan masyarakat terkait dugaan adanya celah yang berpotensi dimanfaatkan oknum dalam proses penerimaan siswa mendorong Dinas Pendidikan Kota Kediri menggandeng Perkumpulan Sahabat Boro Jarakan (SaRoJa) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang telah berjalan.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dinas Pendidikan Kota Kediri dan perwakilan SaRoJa.

Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai masukan masyarakat sekaligus mencari solusi agar pelaksanaan SPMB di tahun mendatang semakin transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Dewan Pengawas SaRoJa, Supriyo, mengatakan pihaknya mengapresiasi keterbukaan Dinas Pendidikan yang bersedia menerima kritik dan masukan.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman mengawal pelaksanaan penerimaan peserta didik selama dua tahun terakhir, sistem SPMB tahun ini secara umum sudah berjalan lebih baik dibanding sebelumnya.

“Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya kami bisa duduk bersama. Secara umum pelaksanaan SPMB sudah berjalan cukup baik dan lebih fair. Namun, kami tetap melihat ada beberapa celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Hal itulah yang perlu dibenahi bersama,” ujar Supriyo.

Mantan aktivis 1998 tersebut menegaskan, fokus utama SaRoJa bukan hanya mengawal aturan, tetapi juga memastikan proses penerimaan siswa tidak berdampak pada kondisi psikologis anak-anak yang sedang memasuki jenjang pendidikan baru.

Ia berharap evaluasi terhadap sistem dilakukan sejak dini sehingga potensi persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan SPMB tahun depan.

Apabila di kemudian hari ditemukan dugaan pelanggaran atau praktik yang merugikan masyarakat, SaRoJa memastikan akan tetap menjalankan fungsi pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan SaRoJa.

Menurutnya, pengawasan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman SaRoJa atas masukan, saran, dan komitmennya untuk bersama-sama memperbaiki sistem ke depan. Evaluasi akan terus kami lakukan agar pelaksanaan SPMB semakin baik,” katanya.

Mandung mengakui sistem yang melibatkan ribuan calon peserta didik tentu masih memiliki tantangan.

Karena itu, seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun mekanisme SPMB berikutnya agar lebih transparan serta mampu meminimalkan potensi penyimpangan.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat pengawasan dan memperbaiki tata kelola SPMB di Kota Kediri.

Dengan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses penerimaan murid baru pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih adil, transparan, serta memberikan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.*…

Jurnalis: Pendi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *