Connect with us

SKI News

Lagi, Di Ponorogo Petasan Balon Udara Meledak di Atas Sekolah, Dua Kelas dan Toilet SMAN 1 Badegan Ikut Jadi Korban

Published

on

Petugas Polsek Jambon memeriksa kerusakan di SMAN 1 Badegan, Ponorogo, usai ledakan petasan yang diduga berasal dari balon udara tanpa awak. Dua ruang kelas dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan akibat kuatnya getaran ledakan.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Aksi nekat menerbangkan balon udara yang dibekali petasan kembali bikin masalah. Kali ini yang kena imbas adalah SMAN 1 Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Dua ruang kelas dan satu fasilitas umum rusak setelah terdampak ledakan petasan dari balon udara tanpa awak yang melintas di atas area sekolah.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi (6/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Suara ledakan yang terdengar cukup keras sempat membuat warga sekolah kaget.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditinggalkan cukup bikin was was karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Begitu menerima laporan, anggota Polsek Jambon langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, kaca jendela di ruang kelas XI.5 dan XII.10 pecah. Tak hanya itu, beberapa genteng mengalami kerusakan dan plafon toilet ambrol akibat kuatnya getaran dari ledakan petasan.

Wakil Kepala Humas SMAN 1 Badegan, Priandana Widatmo Putro, menjelaskan bahwa kerusakan diduga berasal dari getaran ledakan petasan yang meledak di udara, bukan karena petasan jatuh langsung ke bangunan sekolah.

“Kalau ledakannya tepat mengenai bangunan, kerusakannya tentu bisa lebih parah. Dari lokasi juga tidak ditemukan sisa-sisa petasan,” ujar Putro.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar masih bisa berjalan normal. Namun sejumlah bagian bangunan yang rusak harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Yang paling dikhawatirkan justru saat jam istirahat. Banyak siswa melintas menuju kantin sehingga perlu segera dilakukan perbaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jambon, Aiptu Marsidi Condro Yuwono, mengatakan polisi masih menelusuri asal balon udara yang membawa petasan tersebut.

“Untuk sementara yang terdata ada dua jendela pecah dan plafon toilet rusak akibat ledakan petasan balon udara. Asal balon masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Polisi juga mencari kemungkinan adanya barang bukti maupun informasi dari masyarakat yang dapat membantu mengungkap pelaku penerbangan balon udara tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa balon udara berpadu petasan bukan sekadar tradisi yang seru ditonton.

Jika tidak dikendalikan, dampaknya bisa merugikan banyak pihak, mulai dari merusak bangunan hingga mengancam keselamatan warga.

Karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara yang dipasangi petasan dan segera melapor apabila menemukan aktivitas serupa di lingkungannya.**…

Jurnalis:  Tim Redaksi.