SKI News
Tumpeng Cantik, Ekonomi Panik? Pemdes Banjaransari Ngawi Genjot Pelatihan Garnish Pakai Dana Desa

Belajar serius tapi tetap nglesin tipis-tipis. Aula mendadak jadi ruang curhat ide kreatif.
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Pemerintah Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Ngawi, kembali menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Kali ini temanya garnish dan hias tumpeng cantik, meriah, dan tentu saja dibiayai dari dana desa.
Pelatihan berlangsung di aula kantor desa pada Minggu, 9 November 2025, dengan jargon besar: menggiatkan ekonomi kreatif dan UMKM.
Kepala Desa Banjaransari Dodik Surya Mukti Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 50 peserta, terdiri dari 30 kader PKK dan Posyandu, serta 20 pelaku UMKM.
Mereka mendapat pelatihan dari ahli tata boga Mulia Wijaya Putra, guru Tata Boga SMKN 1 Kasreman Ngawi.
Dodik Surya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar memotong wortel jadi bunga, tetapi juga “modal” untuk meningkatkan pendapatan.
Peserta bahkan disuguhi doorprize peralatan gratis dan kesempatan praktik langsung.
“Harapannya setelah ini mereka bisa mandiri, kreatif, dan punya peluang usaha,” katanya.
Sementara itu, sang narasumber Mulia Wijaya Putra mengapresiasi antusiasme peserta.
Ia menyebut beberapa warga Banjaransari bahkan keblabasan kreatif, hasil garnish-nya melampaui ekspektasi.
Dari teknik dasar, carving, hingga bentuk hewan-hewanan dari sayuran—semuanya dilahap tuntas oleh peserta.
Namun, di balik semarak tumpeng warna-warni itu, warga berharap garnish bukan sekadar gimik, tetapi benar-benar berbuah peningkatan ekonomi.
Karena cantik di meja pelatihan boleh, tapi lebih cantik lagi kalau UMKM desa ikut naik kelas, bukan cuma piring saji yang penuh dekorasi.
Pelatihannya sih cetar, tinggal diuji: apakah habis tumpeng cantik, ekonomi Banjaransari ikut terangkat atau cuma hiasan doang.
Jurnalis: Tim redaksi.
