Connect with us

SKI News

2.800 Guru SD di Magetan Akan dievaluasi Kinerjanya

Published

on

Suarakumdang.com, BERITA MAGETAN. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora)  Kabupaten Magetan, Jawa Timur segera melakukan evaluasi kinerja guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Mengah Pertama (SMP).

Suwata Kepala Dikpora mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi tersebut dengan pertimbangan karena dihapusnya Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan yang berdasarkan PP No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, serta Permendagri No. 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.

“Padahal setiap UPTD Pendidikan dan Kebudayaan adalah kepanjangan tangan dari Dikpora untuk melakukan evaluasi, memfasilitasi kegiatan ajar mengajar sekolah SD hilang, jadi rentan lepas kontrolnya Dikpora ke pihak sekolah, dan jumlah pengawas ditingkat SD semakin berkurang“ujar Suwata kepada jurnalis Suara Kumandang.

Untuk mengantispasi yang tidak diinginkan akhirnya pihak Dikpora melakukan pembentukan tim terpadu antara pengawas sekolah dengan kepala sekolah yang pontesial untuk melakukan kinerja guru SD.

“Nanti guru SD dilakukan kinerjanya, jadi guru SD kalau masuk kelas yang dibawa itu apa saja, sebab, sesuai aturan guru SD itu kalau masuk kelas itu harus mempersiapkan seperti alat pembelajaran dan masih banyak contoh lainnya,” kata Suwata.

Hal tersebut diharapkan, lanjut Suwata, mutu pendidikan itu bisa meningkat dengan salah satu contoh yakni cara mengajarnya itu benar.” Sesuai standar kompetensinya,” papar Suwata.

“Jumlah guru PNS di kabupaten Magetan sekitar 2.800 dan  jumlahnya terus berkurang. Karena sebagian ada yang pensiun,” kata Suwata lagi.

Karena jumlahnya dari tahun ke tahun semakin berkurang dan akhirnya jumlah guru terbatas maka dalam waktu dekat ini pihak Dikpora Kabupaten Magetan akan melakukan kompetensi guru. ”Diharapakan nanti dalam proses ajar mengajar bisa fokus pada anak-anak SD,” ungkap Suwata.

“Dalam penilaian nanti akan dilakukan oleh tim yang terbentuk dari kepala sekolah dan pengawas sekolah, dan nanti sistemnya silang, dan  nanti kita buat 3 zona, yakni zona Magetan, Kawedanan dan  Maospati,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.