Connect with us

SKI News

Veteran, Suprawoto Menyesal Tidak Membukukan Perjuangan Orangtunya

Published

on

Suprawoto Bupati Magetan memberikan hadiah buku kepada salah satu veteran dengan judul Sejarah Perjuangan Veteran Magetan usai acara ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan Veteran, Pepabri, Warakawuri, Dhc’45 dan Wredatama di pendopo surya graha Kabupaten Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar acara ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan Veteran, Pepabri, Warakawuri, Dhc’45 dan Wredatama. Bertema Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Para Pahlawan. Acara digelar di Pendopo Surya Graha Magetan. Jumat (13/08/2021).

Suprawoto Bupati Magetan mengatakan bahwa pihaknya berkewajiban memberikan bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. “Beliau terbukti tidak meragukan lagi konstribusi terhadap kemerdekaan Indonesia,” ujar Suprawoto.

Dalam kesempatan ramah tamah Bupati Magetan juga memberikan hadiah buku kepada veteran berjudul ‘Sejarah Perjuangan Veteran Magetan’.

“Kita ciptakan dan beri hadiah buku untuk para pejuang kemerdekaan. Jadi isi dalam buku itu, beliau yang bertutur sedangkan kita yang menulis,” terang Suprawoto.

Lebih lanjut, buku tersebut akan dikirim ke Veteran Provinsi maupun Veteran Pusat. Dia berharap dapat mengispirasi Kabupaten lain untuk menulis kisah yang sama.

“Betapa mulianya sehingga ketika Beliau-beliau nanti tidak ada karena secara alamiah manusia itu usainya akan terbatas. Tetapi catatan perjuangan itu tetap ada dalam buku,” ungkapnya.

Suprawoto mencontohkan, bahwa orangtunya dulu (bapak-red) adalah seorang pejuang kemerdekaan 1945, namun tidak pernah membukukan. Dia mengaku bahwa hal tersebut kesalahan besar buat dirinya. “Hal ini kesalahan besar buat saya dan sekarang baru menyesal,” ungkap Suprawoto.

Lanjutnya, minimal keluarga punya catatan (buku-red) untuk cucu dan anak bahwa dulu kakeknya adalah pejuang. “Dengan Saya tidak menulis cucu dan anak saya tidak tahu bahwa kakek dan neneknya pejuang,” ucapnya.

Menurut Suprawoto, bahwa generasi muda di setiap jaman semangatnya sama, akan tetapi tantangan yang berbeda. Anak jaman sekarang tantangannya adalah kompetitif maka dari itu perlu sumber daya manusia yang unggul.

“Kalau pemuda jaman dulu tantangannya adalah mengusir penjajah, akan tetap jaman sekarang modalnya yaitu intelektual dan berani mengambil keputusan,” pungkasnya.

Jurnalis: Anita Tata.