SKI News
Tujuh Pompa Sawah di Bogorejo Magetan Raib Dalam Sehari

Amir Syarifudin memperlihatkan lokasi pompa air sawah miliknya yang hilang dicuri di Desa Bogorejo, Magetan. Aksi pencurian tersebut menambah beban petani yang tengah berjuang menghadapi musim kemarau. (Foto: Suarakumandang.com)
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Nasib petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Magetan, benar-benar sedang diuji.
Saat musim kemarau membuat pasokan air makin susah dicari, tujuh pompa air yang menjadi andalan pengairan sawah justru raib digondol pencuri hanya dalam sehari.
Aksi pencurian ini membuat petani bukan hanya merugi secara materi, tetapi juga dihantui ancaman gagal panen.
Sebab, pompa air menjadi “nyawa kedua” bagi lahan pertanian saat hujan enggan turun.
Salah satu korban, Amir Syarifudin, mengaku kaget ketika datang ke sawah dan mendapati rumah pompa dalam kondisi rusak.
Setelah dicek, pompa air yang biasa digunakan untuk mengairi sawah sudah tidak ada di tempat.
Menurut Amir, kehilangan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Ia berharap pelaku segera ditangkap karena pompa air sangat dibutuhkan petani untuk menyelamatkan tanaman dari kekeringan.
“Hingga sekarang kami masih menunggu tindak lanjut. Harapan kami pelakunya segera tertangkap,” ujar Amir.
Sementara itu, Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriyadi, membenarkan adanya aksi pencurian yang menyasar pompa air milik petani di wilayahnya.
Dalam satu hari, sedikitnya tujuh pompa air dilaporkan hilang.
Menurutnya, kejadian tersebut membuat petani mengalami kerugian jutaan rupiah.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, hilangnya pompa air dapat mengganggu suplai air ke lahan pertanian yang saat ini sangat dibutuhkan di tengah musim kemarau.
“Kalau tidak segera teratasi, tanaman padi dan komoditas pertanian lainnya bisa terdampak karena kekurangan air,” katanya.
Peristiwa ini membuat petani dan warga sekitar semakin waspada.
Tak hanya sampai disitu, petani desa Karangsono satu unit pompa raib.
Mereka berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku agar keresahan tidak terus berlanjut dan aktivitas pertanian kembali berjalan normal.
Musim kemarau memang sedang panas-panasnya.
Namun bagi petani Bogorejo, yang bikin hati lebih panas justru hilangnya pompa air yang selama ini menjadi penyelamat sawah mereka. *…
Jurnalis: Prayit.
