SKI News
Prospek Ekspor Teh Bunga Telang Asal Ngawi

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Minuman dari bunga telang semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat, biasanya bunga telang segar diseduh dengan air hangat secara langsung diminum layaknya teh.
Jika bunga telang tersebut dapat dibuat kering, maka dapat disimpan lebih lama atau didistribusikan atau dijual ke pasaran, sehingga bisa menjadi peluang usaha.
Adalah Dedy Aris Feriyandika (30), pemilik usaha teh/minuman bunga telang asal desa Gelung RT 05 RW 01 kecamatan Paron Ngawi, saat memulai usahanya membuat teh bunga telang yang dikemas berupa teh celup dan teh tubruk.
Dedy, memulai usaha pada akhir Maret 2020, berawal dari informasi teman mengenai prospek teh bunga telang, yang dilanjutkan dengan langkah penanaman. Upaya penanaman tersebut, sukses hingga bisa menjual bahan baku bunga telang hampir 100 kilogram.
Keberhasilan menjual bahan baku teh bunga telang tidak lantas membuat Dedy puas, justru memunculkan ide untuk membuat inovasi produk sendiri, yaitu membuat kemasan teh celup dan teh tubruk.
Untuk tahapannya, dimulai dari pemetikan, penjemuran sinar matahari atau pengeringan oven, setelah bunga kering kemudian dihaluskan menggunakan blender, dilanjutkan dengan pengemasan dalam bentuk kemasan teh celup dan siap didistribusikan.
Disela-sela upaya produksi dalam bentuk kemasan teh celup dan teh tubruk, Dedy juga menproses perijinan, berupa PIRT (pangan industri rumah tangga), sertifikat keamanan pangan serta sertifikat halal untuk produk, sehingga dengan perijinan tersebut maka upaya ekspor teh bunga telang terbuka lebar.
Omzet penjualan minuman kemasan teh celup dan teh tubruk milik Dedy, saat ini mencapai 5 hingga 10 juta perbulan. Untuk pemasaran saat ini, secara langsung tingkat lokal di toko-toko sampai pasar tradisional, produk kemasan teh celup dan teh tubruk milik Dedy, juga dipasarkan pada beberapa pasar modern.
Selain itu dipasarkan secara online melayani open DO dan COD serta dipasarkan melalui market place. Satu kemasan teh celup bunga telang dijual dengan harga Rp 15.000, sedangkan teh tubruk kemasan per10 gram dengan harga Rp 8.000.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.
