SKI News
Pabrik Tepung di Ponorogo Terbakar, Produksi Dihentikan dan Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Kebakaran melanda pabrik pengolahan tepung tapioka milik PT Budi Starch & Sweetener Tbk di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Kamis (7/11/2025) pagi.
Api diduga berasal dari percikan panas mesin pemanas (boiler) yang menyambar tumpukan kayu di sekitar tungku pengeringan tepung.
Asap tebal membumbung tinggi dari area pemanas dan membuat pekerja panik. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo yang menerima laporan segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman selama lebih dari tiga jam.
Kobaran api sulit dijinakkan karena sebagian besar material di area tersebut merupakan kayu dan serbuk gergaji yang mudah terbakar.
Dua unit alat berat dikerahkan untuk membongkar tumpukan kayu setinggi sekitar 10 meter. Petugas harus berhati-hati karena bara api masih muncul dari bagian bawah tumpukan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun aktivitas produksi di pabrik dihentikan sementara.
Manajer HRD PT Budi Starch & Sweetener Tbk, Najib Shihab, mengatakan bahwa pihaknya langsung menghentikan kegiatan produksi demi keamanan dan memastikan area benar-benar aman sebelum beroperasi kembali.
“Sebenarnya hanya karena serpihan kayu dan serbuk gergaji di sekitar tungku boiler yang terbakar karena panas. Proses produksi kami hentikan sementara sampai penanganan selesai. Boiler ini untuk pengeringan tepung saja,” ujar Najib.
Sementara itu, hasil penyelidikan awal pihak kepolisian mengindikasikan kebakaran terjadi akibat kelalaian pekerja yang menempatkan tumpukan kayu terlalu dekat dengan sumber panas.
“Sudah tiga jam belum selesai, petugas masih berjibaku di lokasi. Dugaan sementara penyebabnya karena tumpukan kayu bakar untuk bahan oven terlalu dekat dan terlalu panas sehingga menimbulkan percikan api,” jelas Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto.
Hingga sore hari, sejumlah truk pengangkut ketela masih mengantre di depan pabrik, menunggu proses pemadaman dan pendinginan area selesai.
Berdasarkan estimasi sementara, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp300 juta, meliputi kerusakan gudang pengeringan, tumpukan bahan bakar, serta mesin pendukung produksi.
Pihak manajemen menyatakan akan segera melakukan evaluasi prosedur keselamatan kerja dan penataan ulang area bahan bakar untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
