Connect with us

SKI News

Kirab Pusaka Bikin Pendopo Ngawi Bernuansa Magis, Ada ‘Pusaka Baru’ Jadi Simbol Inovasi di Hari Jadi ke-668

Published

on

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyerahkan pusaka Kyai Parikesit kepada pembawa pusaka dalam prosesi Jamasan dan Kirab Pusaka di Pendopo Wedya Graha, Sabtu (4/7/2026). Pusaka tersebut menjadi simbol semangat inovasi dan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam membangun daerah pada momentum Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Foto: Suarakumandang.com.

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Aroma bunga, lantunan doa, dan derap langkah para pembawa pusaka menyatu dalam prosesi Jamasan dan Kirab Pusaka yang digelar di Pendopo Wedya Graha Pemerintah Kabupaten Ngawi, Sabtu Pahing (4/7/2026).

Tradisi sakral ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sekaligus pengingat bahwa sejarah dan budaya tetap hidup di tengah semangat pembangunan.

Ritual jamasan merupakan prosesi penyucian benda-benda pusaka peninggalan pemerintahan masa lampau.

Setelah dijamas, pusaka-pusaka tersebut dikirab sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah menjadi identitas Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan prosesi tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668.

Menurut Ony, mulai tahun ini pemerintah daerah juga meninggalkan sebuah pusaka sebagai simbol perjalanan kepemimpinan pada masa sekarang.

Pusaka yang dipilih adalah Kyai Parikesit, yang dimaknai sebagai “sang pencari” atau sosok inovator.

“Pusaka Kyai Parikesit diharapkan menjadi simbol semangat inovasi. Harapannya, berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dapat terus berlanjut dan menjadi bekal membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ony.

Dalam prosesi kirab, Sumarsono yang menjabat Kepala Dinas Koperasi bertugas sebagai manggala.

Sementara Tombak Kyai Singkir dibawa Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Maftuh Afandi.

Tombak Tunggul Wulung diusung Sekretaris DPRD Ngawi Joko Sumariyadi, Kyai Songgo Langit dibawa Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nur Hasan, Tunggul Warono diusung Kepala Dinas Perhubungan Anang Heri Prabowo, sedangkan pusaka baru Kyai Parikesit dibawa Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Wahyu Sri Kuncoro.

Bupati Ony menilai usia Kabupaten Ngawi yang telah mencapai 668 tahun menjadi simbol kedewasaan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dengan semangat menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap mampu mewujudkan daerah yang semakin mandiri, tangguh, dan terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat.**

Jurnalis: Ahamad Hakimin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *