Connect with us

SKI News

Hutan Jati Gunung Gamping Terbakar, 20 KK di Ponorogo Waswas Krisis Air Bersih

Published

on

Kobaran api membakar kawasan hutan jati di Gunung Gamping, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Minggu (2/8/2026) malam. Kebakaran yang meluas di tengah musim kemarau itu dikhawatirkan mengancam sumber mata air yang selama ini menjadi andalan sekitar 20 kepala keluarga di lereng gunung

Suarakumandang. com, BERITA PONOROGO. Kobaran api yang melahap hutan jati di Gunung Gamping, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (2/8/2026), tak hanya mengancam pepohonan dan satwa liar. Sekitar 20 kepala keluarga (KK) di lereng gunung kini dibuat waswas karena sumber mata air yang selama ini menjadi andalan mereka terancam terdampak kebakaran.

Lebih dari satu hektare hutan tanaman jati milik Perhutani berusia sekitar lima tahun dilaporkan terbakar.

Angin kencang dan tumpukan vegetasi kering membuat kobaran api bergerak cepat, melalap semak belukar, ilalang, daun kering, hingga pepohonan jati.

Hingga Minggu malam, api masih membara di puncak Gunung Gamping. Warga mengaku belum melihat adanya upaya pemadaman dari instansi terkait.

Medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat kobaran api terus meluas, sementara warga hanya bisa berjaga dari kejauhan agar api tidak merembet ke permukiman.

Tak hanya itu, warga juga khawatir kebakaran akan merusak kawasan resapan air.

Jika hal itu terjadi, debit mata air yang selama ini menghidupi puluhan warga dikhawatirkan menurun bahkan mengering saat musim kemarau.

Purnomo, warga lereng Gunung Gamping, mengatakan api mulai terlihat sejak sore hari.

Namun, selepas Magrib, kobaran semakin besar hingga menyelimuti sebagian kawasan hutan.

“Di atas masih banyak satwa liar seperti kera dan kijang. Warga juga mengambil air dari sumber di atas gunung. Kalau kebakaran terus seperti ini,

kami khawatir sumber airnya mati. Sampai sekarang juga belum ada pemadaman,” ujarnya.

Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Namun, warga menduga api berasal dari ulah oknum yang sengaja membakar kawasan hutan.

Warga berharap Perhutani bersama BPBD dan instansi terkait segera melakukan pemadaman sebelum api meluas ke area hutan lainnya maupun mendekati permukiman.

Selain mengancam ekosistem, kebakaran juga berpotensi merusak struktur tanah, mengurangi daya serap air, dan memicu krisis air bersih bagi warga di lereng Gunung Gamping.*…

Jurnalis: Priyam.