Connect with us

SKI News

Enam SPPG di Magetan Disuspensi, Diduga Tak Penuhi Sertifikat Higiene Sanitasi

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan publik.

Dari sekitar 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi, enam di antaranya kini disuspensi karena dinilai tidak memenuhi standar operasional telah ditetapkan pemerintah.

Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, mengungkapkan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima berbagai laporan terkait kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.

“Dari sekitar 60 SPPG berjalan, per hari ini sudah ada enam SPPG di Magetan disuspensi,” ujar Welly.

Selain persoalan kualitas makanan, sejumlah SPPG juga diketahui belum memenuhi syarat SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), yakni standar kelayakan kebersihan dan sanitasi wajib dimiliki penyedia layanan makanan.

Menurut Welly, berbagai persoalan itu terungkap dari laporan masyarakat beredar di media massa maupun berbagai platform media sosial.

Informasi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Magetan pun bergerak cepat dengan menjadwalkan pertemuan khusus pada Jumat mendatang.

Pertemuan itu akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari mitra penyedia makanan, yayasan pengelola hingga koordinator SPPG.

“Jumat nanti kita kumpulkan semuanya, termasuk pihak kemitraan, yayasan, dan koordinator SPPG. Tujuannya untuk evaluasi sekaligus menyamakan komitmen,” tegasnya.

Langkah evaluasi ini diambil setelah masih ditemukan sejumlah menu MBG dinilai tidak sesuai spesifikasi, baik dari sisi kualitas bahan makanan maupun kondisi makanan yang diterima para siswa.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis menyangkut kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, standar pelaksanaannya tidak boleh ditawar.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemkab Magetan berharap seluruh pihak terlibat dapat melakukan pembenahan serius agar kualitas layanan benar-benar terjaga.

“Setelah rapat nanti akan ada langkah perbaikan. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Welly.

Di tengah sorotan publik, evaluasi terhadap SPPG dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuannya: menyediakan makanan yang sehat, layak, dan bergizi bagi para pelajar di Kabupaten Magetan.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *