Disparpora Ngawi Angkat Produk Rumahan diera Digital

Para pegiat ekonomi kreatif Ngawi berprospek cerah dengan pelatihan bisnis online dari Disparpora.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI.Pegiat ekonomi kreatif rumahan Ngawi kian hari kian menjamur. Mulai dari produk makanan hingga kerajinan tangan sebagian besar kini dilakukan oleh para generasi muda.

Menangkap kondisi tersebut dengan tujuan meningkatkan motivasi dan memperluas jaringan, Dinas pariwisata pemuda dan olahraga (Disparpora) kabupaten Ngawi, Jawa Timur  mengadakan pelatihan pembuatan website dan marketplace untuk pelaku ekonomi kreatif, Senin ( 29/04/2019).

Dalam pelatihan tersebut, pihak Disparpora Ngawi mendatangkan seorang motivator sekaligus pelaku bisnis online, Umi Tursini, seorang praktisi ekonomi kreatif yang berhasil menjadi top seller di beberapa toko online kenamaan di Indonesia.

Berbekal kemapuanya membangun bisnis online dari produknya sendiri bermerek salvo, berupa tas, sepatu, sandal dan dompet yang kini beromzet miliaran rupiah, dosen Universitas Kanjuruhan Malang ini sengaja diundang oleh Disparpora Ngawi untuk berbagi pengalaman dan memberikan solusi atas permasalahan yang sering dihadapi oleh para pelaku ekonomi kreatif saat memasarkan produknya.

Setidaknya 20an peserta antusias mengikuti pelatihan ini, mulai dari pengertian tentang bisnis online, cara pemasaran hingga bertransaksi online yang efektif dan efisien.

Pelatihan ini menurut Dispora sangat perlu dilakukan karena banyak dari para pegiat ekonomi rumahan hanya berbekal transaksi konvensional, sehingga pendapatan diantara mereka tidak bisa maksimal.

Untuk pelaku ekonomi kreatif di Ngawi, beberapa sudah menjalankan usahanya tersebut secara online, namun masih banyak yang konvensional, yang disebabkan ketidaktahuan, dan jika nantinya ada bimbingan dari pihak terkait, bukan tidak mungkin inovasi dengan online tersebut juga akan dilakukan.

“Jika mau berinovasi menggunakan sistem online, maka kemudahan yang diterima mulai dari praktis prosesnya, lebih hemat serta lebih aman transaksinya dibandingkan jual beli manual.” Kata Wiwien Purwaningsih, Kabid pengembangan sumberdaya wisata dan ekonomi kreatif Disparpora Ngawi.

Menurut Wiwien juga , pada era digital  dimana beberapa aspek kehidupan telah beralih ke dunia digital, mulai dari urusan bepergian sampai kebutuhan jual beli, semua kini dilakukan secara online, gejala ini yang kini ditangkap oleh Disparpora melalui pelatihan ini.

Jurnalis: Ahmad  Hakimi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.