Connect with us

SKI News

Di Bawah Polesan Ibnu Nugroho, Artz Brillian Persembahkan Perunggu SEA Games Thailand 2025 untuk Magetan

Published

on

Di balik medali dan prestasi, ada Mohamad Ibnu Nugroho sosok pelatih bekerja dalam diam. Paling tengah, berkacamata dialah nahkoda menjaga arah, menyatukan tim, dan mengantar atlet Magetan naik podium.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kembali punya alasan untuk berdiri tegak.

Bukan sekadar bangga, tetapi juga layak percaya diri. Artz Brillian Perfecto Tanujaya, atlet ju-jitsu muda warga ber-KTP Magetan, sukses mengukir prestasi di level Asia Tenggara dengan meraih medali perunggu pada ajang SEA Games Thailand 2025.

Turun di nomor Ju-jitsu Fighting kelas 77 kilogram putra, Artz tampil tanpa gentar.

Ia beradu teknik, strategi, dan mental dengan atlet-atlet terbaik kawasan ASEAN.

Medali perunggu ini terasa istimewa karena diraih di tengah waktu persiapan relatif singkat, namun dijawab dengan performa yang matang dan kompetitif.

Di balik capaian tersebut, peran pelatih Mohamad Ibnu Nugroho menjadi bagian penting dari perjalanan Artz.

Ia menilai keberhasilan anak didiknya sebagai jawaban tegas atas kepercayaan PBJI Pusat yang memberi mandat untuk membela Indonesia di SEA Games Thailand.

“Alhamdulillah, dalam waktu yang begitu singkat Artz mampu menjawab tantangan PBJI Pusat untuk menjadi atlet ju-jitsu di SEA Games Thailand. Ini bukti kesiapan mental dan kualitasnya,” ujar Ibnu menegaskan.

Artz Brillian Perfecto

Dari sisi pengalaman, Artz bukanlah sosok kemarin sore. Di usia 22 tahun, catatan prestasinya terbilang padat.

Pada ajang Porprov, ia mengoleksi medali perak dan perunggu. Puncak prestasi terjadi di PON Aceh–Sumatera Utara, saat Artz tampil dominan dan mempersembahkan medali emas.

Bahkan ketika mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas), Artz tetap dipercaya PBJI Jawa Timur untuk memperkuat Jawa Timur pada PON Beladiri, dan kembali membuktikan konsistensinya dengan raihan medali perak.

Pada SEA Games Thailand 2025, konsistensi Artz benar-benar diuji. Pertandingan pertama, ia berhasil menundukkan atlet Filipina dengan skor 13–7. Laga kedua, menghadapi atlet Singapura, menjadi ujian terberat hingga Artz harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 6–11.

Namun pada pertandingan penentuan, Artz bangkit, tampil lebih tenang dan efektif, lalu mengamankan medali perunggu usai mengalahkan atlet Laos dengan skor meyakinkan 16–9.

Tim Nasional Indonesia memberangkatkan enam atlet ju-jitsu ke Thailand, terdiri dari empat atlet Newaza System dan dua atlet Fighting System.

Dari total kekuatan tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perunggu, salah satunya disumbangkan oleh atlet asal Magetan ini.

Rombongan Timnas Indonesia bertolak ke Thailand pada 8 Desember, sementara Artz menjalani pertandingan pada 10 Desember pukul 10.30 waktu setempat.

Sementara itu, Ketua KONI Magetan, Bambang Trianto, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Artz Brillian.

Ia menyebut prestasi tersebut sebagai bukti nyata bahwa atlet daerah mampu bersaing di level internasional jika mendapatkan ruang dan pembinaan yang tepat.

“Kami sangat senang dan bangga. Artz ini anak Magetan, berangkat dari daerah, tetapi mampu berdiri di panggung SEA Games. Ini bukan prestasi biasa, ini pesan kuat bahwa Magetan punya potensi atlet berkelas,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, medali perunggu tersebut tidak boleh dimaknai sebatas capaian podium semata. Lebih dari itu, prestasi Artz harus menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet muda Magetan sekaligus pengingat bagi semua pihak agar pembinaan olahraga prestasi terus diperkuat.

“Ini harus menjadi pelecut. Jangan sampai prestasi atletnya berlari kencang, tetapi dukungan sistemnya tertatih.

KONI Magetan akan terus mendorong agar atlet-atlet potensial mendapat perhatian yang layak,” tegasnya.

Artz Brillian Perfecto Tanujaya tercatat sebagai warga Kelurahan Genengan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Prestasi ini bukan sekadar catatan statistik, melainkan penegasan bahwa Magetan masih dan akan terus melahirkan atlet bermental baja.

Dari Magetan untuk Indonesia, Artz membuktikan satu hal: kerja keras, disiplin, dan keberanian memang tak pernah salah alamat.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *